oleh

LKSA Khadijah Santunan Berhias Jodang Kembang Ndog

Banyuwangi, Jurbalnews – Santunan rutin tiap pekan kedua anak asuh non panti LKSA Khadijah Jalan MT Haryono 58 Banyuwangi, senyampang di masuk bulan istimewa Maulid, maka pengurus menyediakan Jodang kembang ndog tradisi khas Maulid di kota ujung timur pulau Jawa ini, bakdha Jumat, (12/09/25).

Humas LKSA Khadijah, Aguk Wahyu Nurhadi yang memandu acara mengawali acara dengan menjelaskan sejarah dan filosofi kembang ndog-ndogan yakni merupakan inovasi tokoh ulama pendiri NU KH Faqih Cemoro Desa Balak Songgon. Kembang berarti bunga yang indah nan wangi karena gembira menyambut kelahiran Nabi Muhammad SAW. Sedang telur diibaratkan cangkangnya adalah Islam, putihnya Iman dan kuningnya adalah ihsan.
“Benar sekali pengurus menyiapkan telur Bebek bukan ayam karena Bebek begitu bertelur atau memberi manfaat ke orang lain laksana tangan kanan memberi namun tangan kiri tak tahu. Sedang bila ayam bertelur selalu berkoar berkokok laksana orang yang beramal namun riya’! “tambah Seniman yang juga wartawan ini seraya pesan hindarilah kembang ndog yang menyerupai barong atau ogoh-ogoh karena melenceng dari niat suci syiar agama ini.

Ketua Dewan Assyatid LKSA Khadijah Ustadz Abdul Rostid, S. Pd lalu memimpin suasana religius di awali ummul kitab, asmaul husna, istigotsah, asyorokol, mahallul qiyam serta tahlil singkat buat orangtua anak asuh dan pendiri yayasan yang telah mendahului. Juga doa buat para dermawan dan donatur yang punya hajat tertentu.

Maudhah hasanah langsung disampaikan Ketua LKSA Khadijah Hj. Miftahul Rochmah.
Beliau awali dengan lagu tentang profil keluarga kanjeng Rasulullah yang terlahir yatim dan belum baligh sudah ditinggal ibu kandungnya Siti Aminah hingga diasuh kakek lanjut pamannya.
“Nabi Muhammad walau yatim piatu adalah sukses dunia akhirat, pedagang al amin yang sukses, khalifah amanah serta punya anak cucu yang sholeh-sholehan. Sungguh uswatun hasanah sebagai spirit dan inspiratif umatnya untuk menjadi figur yang layak jadi tauladan dan kita berharap dapat syafaatnya kelak. Aamiin! ” tutur purna tugas guru agama SMPN 2 ini seraya pesan kita untuk menghormati 3 orangtua kita yakni orangtua kandung, mertua dan guru.. “Baik guru formal di sekolah, guru ngaji ataupun guru non formal seperti guru beladiri, guru seni budaya sejarah serta guru yang kita temui dalam perjalanan kehidupan kita meraih ridho-Nya! ” ujarnya.

Usai sholat asyar berjamaah, pengurus membagikan kembang ndog ke seluruh anak asuh dan undangan. Dilanjutkan menikmati makan nasi rawon serta pembagian sembako maupun uang pendidikan buat 25 anak asuh. (Bung Aguk/MA/JN-SW-MM).
[13/9, 11.02] Ust Aguk Aguk: LKSA Khadijah Santunan Berhias Jodang Kembang Ndog

Santunan rutin tiap pekan kedua anak asuh non panti LKSA Khadijah Jalan MT Haryono 58 Banyuwangi, senyampang di masuk bulan istimewa Maulid, maka pengurus menyediakan Jodang kembang ndog tradisi khas Maulid di kota ujung timur pulau Jawa ini, bakdha Jumat, (12/09/25).

Humas LKSA Khadijah, Aguk Wahyu Nurhadi yang memandu acara mengawali acara dengan menjelaskan sejarah dan filosofi kembang ndog-ndogan yakni merupakan inovasi tokoh ulama pendiri NU KH Faqih Cemoro Desa Balak Songgon. Kembang berarti bunga yang indah nan wangi karena gembira menyambut kelahiran Nabi Muhammad SAW. Sedang telur diibaratkan cangkangnya adalah Islam, putihnya Iman dan kuningnya adalah ihsan.
“Benar sekali pengurus menyiapkan telur Bebek bukan ayam karena Bebek begitu bertelur atau memberi manfaat ke orang lain laksana tangan kanan memberi namun tangan kiri tak tahu. Sedang bila ayam bertelur selalu berkoar berkokok laksana orang yang beramal namun riya’! “tambah Seniman yang juga wartawan ini seraya pesan hindarilah kembang ndog yang menyerupai barong atau ogoh-ogoh karena melenceng dari niat suci syiar agama ini.

Ketua Dewan Asatid LKSA Khadijah Ustadz Abdul Rosyid, S. Pd lalu memimpin suasana religius di awali tawassulan, asmaul husna, istigotsah, asyorokol dan mahallul qiyam serta tahlil singkat buat orangtua anak asuh dan pendiri yayasan yang telah mendahului. Juga doa buat para dermawan dan donatur yang punya hajat tertentu.

Maudhah hasanah langsung disampaikan Ketua LKSA Khadijah Hj. Miftahul Rochmah.
Beliau awali dengan lagu tentang profil keluarga kanjeng Rasulullah yang terlahir yatim dan belum baligh sudah ditinggal ibu kandungnya Siti Aminah hingga diasuh kakek lanjut pamannya.
“Nabi Muhammad walau yatim piatu adalah sukses dunia akhirat, pedagang al amin yang sukses, khalifah amanah serta punya anak cucu yang sholeh-sholehan. Sungguh uswatun hasanah sebagai spirit dan inspiratif umatnya untuk menjadi figur yang layak jadi tauladan dan kita berharap dapat syafaatnya kelak. Aamiin! ” tutur purna tugas guru agama SMPN 2 ini seraya pesan kita untuk menghormati 3 orangtua kita yakni orangtua kandung, mertua dan guru.. “Baik guru formal di sekolah, guru ngaji ataupun guru non formal seperti guru beladiri, guru seni budaya sejarah serta guru yang kita temui dalam perjalanan kehidupan kita meraih ridho-Nya! ” ujarnya seraya pesan bukti kita cinta Rasulullah adalah senantiasa bersholawat dan be akhlaqul karimah.

Usai sholat asyar berjamaah, pengurus membagikan kembang ndog ke seluruh anak asuh dan undangan. Dilanjutkan menikmati makan nasi rawon serta pembagian sembako maupun uang pendidikan buat 25 anak asuh. (Bung Aguk/MA/JN-SW-MM).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *