oleh

Tim Pengabdi Universitas Widya Gama Malang Dampingi Deklarasi Desa Seni Bantengan Cemorokandang

Jurnalnews.com – Berdasarkan penelusuran Radar Malang, di wilayah Malang Raya, pada tahun 2024, kelompok seni Bantengan yang teregistrasi di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mencapai lebih dari 1300, dan diduga bisa mencapai 1500an kelompok jika kelompok-kelompok yang tidak terdaftar ikut dihitung. Tahun 2023-2024 merupakan tahun viralitas pertunjukan seni Bantengan, dimana satu kelompok Bantengan yang telah terkenal, bisa mendapatkan undangan pagelaran 2-3 kali per minggu, dengan nilai kontrak antara 4-7 juta per kegiatan. Ini adalah nilai ekonomis seni pertunjukan yang signifikan untuk masyarakat.

Kelurahan Cemorokandang Kecamatan Kedungkandang Kota Malang, merupakan desa yang memiliki kelompok kesenian terbanyak di kotamadya ini. Kelompok seni Bantengan Cemorokandang yang dikenal luas di wilayah Malang adalah Putra Mandala Wisanggeni dan Putra Arema. Keberhasilan 2 kelompok ini menjadi kelompok terpopuler di Malang Raya, memunculkan ide pengembangan desa menjadi Desa Seni Bantengan. Desa Seni Bantengan telah digagas lama, mengikuti Misi 2 RPJMD Kota Malang 2018-2023 yang berbunyi “Mewujudkan Kota Produktif dan Berdaya Saing Berbasis Ekonomi Kreatif, Keberlanjutan dan Keterpaduan”. Misi ini dilanjutkan Walikota terpilih untuk periode 2025-2030 melalui Misi 1 : Mewujudkan Generasi Yang Berbudaya, Optimis, dan Inovatif” dan 10 Dasa Bakti Unggulan untuk Ngalam Asyik. Inisiasi perwujudan Desa Seni Bantengan telah dideklarasikan pada tanggal 2 Agustus 2025, pada acara Gebyag Bantengan Cemorokandang.

Tim Pengabdi Universitas Widya Gama Malang, yang diketuai Dra. Endah Puspitosarie, M.Si., Ak.CA. merupakan tim pendamping acara tersebut, yang memberikan konsultansi aspek ekonomi dan bisnis UMKM. Menurut Bu Endah, pagelaran kesenian rakyat, khususnya Bantengan, adalah lahan berjualan berbagai pedagang kecil dan asongan. Semua pagelaran Bantengan selalu dipenuhi pedagang kecil dan asongan, karena animo masyarakat untuk menonton sangat tinggi. Ini merupakan satu pergerakan perekonomian yang signifikan untuk dikembangkan. Selain itu, kesenian Bantengan juga berpotensi menghasilkan karya-karya seni yang berpotensi menjadi sumber penghasilan tambahan bagi kelompok seni tersebut. “Kami berupaya membantu inisiasi perwujudan usaha tersebut di Kelurahan Cemorokandang, untuk mendukung perwujudan Desa Seni Bantengan, ”terang Bu Endah menutup wawancara.

Kehadiran dan partisipasi Tim Pengabdi Universitas Widya Gama Malang dalam acara Gebyag Bantengan Cemorokandang, didanai oleh Hibah Pengabdian Masyarakat skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat DPPM Kemendikti Saintek Tahun Anggaran 2025. (Miskawi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *