Sebagai ungkapan syukur dan apresiasi bagi santri berprestasi, Madrasah Diniyah SMP Negeri 3 Rogojampi mengadakan Wisata Religi dan Tadabur Alam dengan naik Bus Legowo, Rabu, 1 Juli 2026.
Direktur Madin, Muslih, http://S.Ag., menyampaikan bahwa yang diajak adalah 24 santri peraih peringkat 1 dan 2 di kelasnya beserta Dewan Asatiz. Mereka adalah penggerak awal inovasi pada tahun ajaran 2024–2025 yang langsung mendapat penghargaan dari Kementerian Agama. Prestasi pada Festival Anak Saleh pun berhasil diraih. Madin dilaksanakan pada jam ke-0 setiap hari Selasa, Rabu, dan Kamis, dengan tambahan jam belajar sesekali ba’da Zuhur hingga pukul 14.00 bagi anak yang perlu pengayaan.
Ustaz Mahrus Ali, http://S.Ag., http://M.Pd. yang memimpin kafilah mengungkapkan bahwa perjalanan ini bertujuan ngalap berkah kepada para waliyullah dan masyayikh, dengan harapan Program Madin terus berjalan baik, peserta didik semangat mengaji, serta menjadi anak saleh/salehah yang bisa mendoakan orang tuanya.
Perjalanan dimulai dari SMPN 3 di Jalan Ki Hajar Dewantara 18-A, Gitik, sebelah Stasiun Kereta Rogojampi, menuju Makam Datuk Malik Ibrahim di Kampung Arab, Lateng, Banyuwangi Kota. Juru kunci keturunan ke-6 Datuk, Bang Munib, menerima rombongan dengan ramah dan hangat.
Dengan pertimbangan teknis dan waktu, dalam perjalanan rombongan juga bertawasul ke makam Mbah Mas Saleh, Kyai Saleh Lateng, dan Habib Hadi Al-Haddar. Saat melintasi Tukang Kayu, rombongan membaca Ummul Kitab untuk KH Harun, KH Faqih, dan KH Maksum Syafi’i, dilanjutkan ke KH Wahid Kertosari.
Bus sengaja melewati Muncar untuk bertawasul ke KH Mannan, KH Askandar, dan Wali Hasan. Melewati Kebondalem, bus berhenti di Lapangan Kampus Umsyiya Blokagung. Suasana ramai karena bertepatan dengan penyambutan santri baru dari seluruh nusantara. Kafilah salat Zuhur di Ponpes Darussalam, lalu menuju makam KH Mukhtar Syafa’at.
Usai tahlil singkat, Ustaz Mahrus Ali, alumni pondok terbesar di Bumi Blambangan, menjelaskan profil pengasuh yang mendirikan pondok pada zaman penjajahan. “Alhamdulillah, banyak alumninya yang menjadi pengasuh pondok besar maupun kecil, menjadi guru, dan menjadi orang yang bermanfaat di masyarakat,” tambah menantu mubalig Ustaz Ghofar ini.
“Kami senang diajak ngalap berkah ke makam ulama untuk menjadi inspirasi agar cinta Al-Qur’an dan mau belajar agama,” ungkap Az-Zahra yang kini naik ke kelas 9. “Dan nyaman swafoto di destinasi wisata alam Gerbang Raung,” tambah Nabila.
Plt. Kepala SMPN 3, Dra. Hj. Sri Utami, mengapresiasi MGMP Agama dan Dewan Asatiz Madin yang sabar dan telaten membimbing peserta didik mengenal huruf hijaiyah hingga tartil dan tilawah. “Semoga menjadi amal saleh untuk keberkahan ilmu dan keluarganya.”
Sementara itu, Ketua Komite, Ir. Isnain, menyambut baik inovasi Madin yang hasilnya dirasakan peserta didik dan memberi kesan positif bagi orang tua. “SMPN 3 memang bagus dalam proses pembentukan karakter berakhlakul karimah sekaligus mencetak kader bangsa yang disiplin lewat pramuka dan ragam ekstrakurikuler yang kreatif serta berprestasi. Terima kasih kepada semua pihak yang berpartisipasi melalui dana, waktu, dan doa untuk kebaikan dan kemajuan bersama,” tuturnya sambil tersenyum. Ia menambahkan bahwa pihaknya masih terbuka untuk menerima 17 murid baru dengan datang langsung ke sekolah yang sebelumnya bernama SKKP ini. (Bung Aguk/Yeti Ch/JN)


Komentar