Jamaah holaqoh shilatun ke Dzat Maha Suci Illahi Robbi dengan bersikap yang disebut patrap asal pulau garam Madura silaturahmi ke pusat suhu patrap di Puri Gumuk Merang Kelurahan Penataban -Giri-Banyuwangi, Sabtu (4/7/26).
Rombongan dari Madura naik bus kapasitas 60 penumpang berangkat habis sholat Isya melewati Hutan Baluran siang hari dengan tujuan pertama ziarah ke Makam Mbah Mas Mochammad Saleh di Manggisan yang hidup di masa Bupati Pringgo Kusumo. Mbah Mas Mochammad Saleh alim ulama keturunan Tawang Alun Raja Blambangan. Ada sebagian jamaah juga ziarah kubur ke Makam Waliyullah Datuk Malik Ibrahim Kampung Arab Lateng yang berjarak sekitar 345M saja.
Sholat Maghrib-Isya di Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi sembari ketemu saudaranya yang tinggal di Banyuwangi. Antara lain anggota Paguyuban Joko Thole Hariyanto dan Asrawiyanto yang rutin patrap di belakang musholla Kali Tong dekat sumur Sritanjung tiap minggu malam.
Rombongan yang dipimpin Syahroni sekitar pukul 19.17 memasuki gazebo Puri Gumuk Merang diterima istri almarhum H. Slamet Utomo dan putra ketiganya Hang Bargowo.
Dipimpin Hang Bargowo yang akrab dipanggil Mas Wowok mereka lakukan shilatun patrap yang menggetarkan untuk memanggil dan berharap bisa nyambung ke Gusti Pengeran Allah SWT. “Alhamdulillah.. Terima kasih Ya Allah engkau beri nikmat oksigen hingga jantung kami berdetak, darah mengalir dan organ tubuh berfungsi…. Innalillahi wainnailaihi rojiun.. jika kami kembali maka tiada kekayaan, keilmuan, rasa…, ” bimbing Mas Wowok dengan lembut untuk lurus tauhid.
Ritual sekitar 33 menit diikuti semua merasa lega dan bahagia sampai ke puncak tujuan musyafir yang rutin tiap bulan Muharram ini. Lanjut mereka ziarah ke Makam H Slamet Utomo yang meninggal Maulud atau Desember 2016 ini.
Menurut Santoso yang salah satu dari 4-5 orang perintis patrap di Madura, mereka menabung tiap pekan atau tiap bulan atau langsung lunas jelang berangkat yang telah terjadwalkan.
Ditambahkan Romli, di Madura banyak holaqoh atau kelompok majelis patrap misal ada yang tiap minggu pertama itu anjangsana mulai Bangkalan, Sampang Pamekasan dan Sumenep. Ada yang tiap legi dan intinya tiap minggu malam di rumah Ustadz Syahroni di Batang-batang yang pesertanya ada ponakan KH D. Zawawi Imron dan Ust Djunaedi alumni UNEJ serta Abuya ponpes setempat.
Rombongan setelah menikmati ramah tamah sate gule, Mas Wowok pesan untuk selalu ingat, fokus lurus dan tawakkal ke Allah. “Saat menghadap Allah jangan andalkan kekayaan, kebagusan rupa atau pun kepandaian!Jangan terbawa pikiran namun rasakan dengan qalbu! “” ungkap ayah seorang putri ini yang tetap teguh melaksanakan syariat dan Alhamdulillah sudah diumrohkan jamaahnya yang tugas di Mabes Polri kala itu.
Hang Bargowo mengaku pelajari patrap sejak 2008 ikut ke berbagai majelis holaqoh di Temenggungan, Kepatihan, Kalipuro dan juga di ponpes milik Ustadz Abu Sangkan Abdulshomad yang mengembangkan Sholat Khusuk Center.
Pada media ini juga sampaikan tiap malam kamis membuka sinau bareng patrap bagi pemula di Puri Gumuk Merang belakang SPBU Gajah Mada. Dan terbuka buat siapapun dengan ragam latar belakang dan motivasi permasalahan awalnya.
“Dan pagi tadi senang sekali ketemu murid ayah langsung H Sutedjo asal Jakarta yang berjasa terbitka buku Islam Sebuah Pengakuan. Dan setelah ketemu 3 bulan lalu dengan pelaku patrap asal Singapura, beliaunya juga akan bawa keluarganya ke Banyuwangi lalu untuk selanjutnya mengajak kami patrap di Bali dengan jamaah asal pulau dewata yang pernah dibimbing almarhum secara langsung, “pungkasnya dengan rendah hati. (Bung Aguk Wahyu Nuryadi)


Komentar