Banyuwangi, Jurnalnews.com – Rasa haru mulai menyelimuti rumah sederhana milik Maniti (79), janda lansia warga Dusun Alasmalang RT 01 RW 04, Desa Alasrejo, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi. Hanya sehari setelah kisah hidupnya viral melalui pemberitaan Jurnalnews.com dan media sosial Ha Pe Aja, gelombang simpati dari masyarakat mulai berdatangan.
Beragam komentar warganet memenuhi kolom media sosial. Banyak yang merasa prihatin dengan kondisi Maniti yang selama bertahun-tahun hidup dalam keterbatasan tanpa lagi menerima bantuan sosial. Tak sedikit pula yang berharap pemerintah segera turun tangan agar nenek yang tinggal di rumah berdinding papan itu bisa mendapatkan haknya.
Respon cepat pun datang dari Camat Wongsorejo, Mohammad Mahfud. Melalui sambungan WhatsApp kepada wartawan Jurnalnews, Mahfud menyampaikan bahwa pihaknya akan segera memberikan bantuan melalui Program ASN Berbagi sekaligus mengusulkan Maniti agar mendapat perhatian dari Dinas Sosial Kabupaten Banyuwangi.
Demikian pula, pemerintah desa Alasrejo melalui kepala dusun Alasmalang, Minggu pagi (5/7/2026), datang untuk mengantarkan bantuan kepada Mbah Maniti, berupa 2 karung beras berisi 10 kg dan minyak goreng.
Tak hanya pemerintah, kepedulian masyarakat juga mulai mengalir. Salah satunya datang dari Kunyati, warga Desa Bajulmati, yang bersama suaminya mendatangi langsung rumah Maniti untuk menyerahkan bantuan berupa sembako dan uang tunai.
“Semoga bermanfaat bagi Ibu Maniti. Tidak ada maksud lain, kami hanya ingin membantu,” ujar Kunyati.
Bentuk kepedulian serupa juga ditunjukkan Uci Dinar, warga Bajulmati, yang menitipkan sejumlah uang dalam amplop melalui wartawan Jurnalnews agar disampaikan kepada Maniti.
Sebelumnya, kisah Maniti menyita perhatian publik setelah terungkap bahwa sejak suaminya meninggal dunia, ia tidak pernah lagi menerima bantuan sosial. Padahal, ia hidup seorang diri di rumah sederhana dengan kondisi ekonomi yang memprihatinkan. Anak-anaknya memang masih berusaha membantu, namun keterbatasan ekonomi membuat kebutuhan hidup sehari-hari masih jauh dari cukup.
Ketua RT 01 RW 04, Aziz Yanto, melalui istrinya Susiati, membenarkan bahwa Maniti sudah lama tidak lagi menerima bantuan sejak berstatus janda.
Saat ditemui di kediamannya, Maniti mengaku terakhir kali menerima bantuan ketika suaminya masih hidup.
“Saya pernah dapat bantuan waktu masih ada suami. Tapi setelah jadi janda sampai sekarang tidak pernah lagi dapat bantuan,” tuturnya lirih.
Kisah Maniti menjadi bukti bahwa sebuah pemberitaan dapat mengetuk hati banyak orang. Besar harapan, bantuan yang mulai berdatangan menjadi awal hadirnya perhatian yang lebih luas, sehingga Maniti dan warga lain yang bernasib serupa dapat memperoleh kehidupan yang lebih layak dan bantuan yang tepat sasaran. (Venus).


Komentar