Tepat 12 Rabiul Awal 1448 H atau Rabu 25 Agustus 2026,digelar tradisi Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan nuansa tradisional yakni masyarakat membawa ancak berkat dari gedebog dan telur yang diikat di kembang kertas di Masjid Besar Baiturrahiem Rogojampi Kabupaten Banyuwangi.
Ketua Takmir Dr. H. Lukman Hakim, S. Ag, M. HI menyampaikan tradisi baik yang telah dikembangkan leluhur ulama Banyuwangi yang telah menjadi kekayaan budaya nusantara menjadi tekad takmir untuk dilestarikan. “Yang jelas remaja masjid meng filter hiasan yang menyerupai barong, ogoh -ogoh maupun patung semacam berhala untuk menjaga Tauhid kita. Wabil khusus pasti ada sholawatan, berjanji asrokolan! ” ungkap Lukman Hakim yang juga rektor Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi ini seraya maudhah hasanah intinya kita mentauladani hamba Allah terbaik sepanjang masa ini.
Salah satu panitia M. Fahris, S. Pd sampaikan ke media ini bahwasanya, “Kami juga menyiapkan 300 paket berkat. Jadi semua dapat termasuk anak+anak.Ada kembang ndoq sewu jadi semua bahagia senang memaknai kelahiran Rasulullah yang kita cintai dan rindukan! ” tutur Pembina PMR dan UKS SMPN 3 Rogojampi yang aktif live tiktok.
Sedang jamaah Ahmad Cacuk Zuhri ungkapkan banyak jamaah yang hadir ini baru datang dari luar kota seperti Bali dan Madura untuk mengenang muludan di masa kecilnya laksana mudik saat lebaran. “Alhamdulillah dapat berkat nasi dan kue kesukaan istri sesuai amal dan perbuatan! ” ucapnya sambil senyum.
Sementara itu pemerhati sejarah,seni dan budaya Yeti Chotimah, M. Art tradisi kembang Ndog ini dipelopori KH Faqih yang sudah jadi pengurus PBNU sebelum proklamasi kemerdekaan asal Cemoro-Balak-Songgon yang sampaikan cangkang telur ibarat islam, putihnya iman dan kuningnya ihsan. “Diharapkan telur Bebek yang diibaratkan beramal secara rahasia tanpa riya’ karena bebek setelah bertelur diam. Sedang ayam usai bertelur selalu koar berkokok bahwasanya habis memberi faedah manfaat ke makluk lainnya!” terang Ketua MGMP Bahasa Using SMP ini yang banyak menulis buku berbagai genre.
Acara kenduri selamatan ini diakhiri doa oleh Imam besar masjid KH. Hayatudin dengan harapan menjadi hambah sholeh yang kelak diakui sebagai Ummat Rasulullah Muhammad SAW,ragam masalah sosial ekonomi diberi solusi terbaik, sehat dan umur berkah serta kembali ke pangkuan Illahi Robbi dalam keadaan Husnul Khotimah. Aamiin. (Aguk Wahyu Nuryadi)


Komentar