oleh

Penyu Raksasa Naik ke Daratan Kalitopo, Tinggalkan 90 Butir Telur!

Banyuwangi, Jurnalnews.com – Kabar menggembirakan datang dari kawasan wisata rintisan Pantai Kalitopo, Desa Sidodadi, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi. Seekor penyu berukuran besar ditemukan di kawasan pesisir bersama 90 butir telurnya, Selasa (25/8/2026).

Penemuan tersebut menjadi perhatian warga dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kalitopo. Penyu yang sebelumnya terlihat berjalan hingga kawasan permukiman warga akhirnya berhasil dievakuasi dan dikembalikan ke laut oleh warga bernama Iyan bersama istrinya.

Menurut sejumlah nelayan setempat, kemunculan penyu di kawasan Pantai Kalitopo sebenarnya cukup sering terjadi, terutama saat musim angin timur. Bahkan, tidak jarang penyu naik ke pesisir untuk bertelur.

Namun, minimnya pengetahuan mengenai pentingnya pelestarian penyu membuat telur-telur tersebut pada masa lalu masih kerap diambil untuk dimasak dan dikonsumsi bersama keluarga.

Ketua Pokdarwis Kalitopo, Hari Salam, mengatakan temuan tersebut menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya nelayan, agar ikut menjaga keberadaan penyu dan habitatnya.

“Dengan seringnya penyu datang ke kawasan Kalitopo dan minimnya informasi terkait pelestarian penyu, kami ingin bekerja sama dengan kelompok nelayan dan instansi terkait untuk budidaya dan pelestarian,” ujar Hari saat ditemui di lokasi Pantai Kalitopo.

Hari menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Ketua Kelompok Nelayan Kalitopo untuk melakukan sosialisasi kepada para nelayan agar tidak mengambil telur penyu.

“Kami akan mensosialisasikan kepada nelayan untuk tidak mengambil telur. Kami juga akan mencoba membudidayakan penyu dan melaporkannya kepada Dinas Perikanan agar bisa dijadikan edukasi sekaligus upaya pelestarian. Nanti seperti apa langkah selanjutnya, kami akan mengikuti arahan dari dinas terkait,” jelasnya.

Temuan 90 butir telur penyu tersebut diharapkan menjadi awal tumbuhnya kesadaran bersama untuk menjadikan Pantai Kalitopo tidak hanya sebagai kawasan wisata, tetapi juga sebagaimana ruang edukasi dan konservasi penyu di wilayah pesisir Wongsorejo.
(Venus)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *