Disela-sela.acara Lomba Bercerita Perjuangan yang diselenggarakan oleh PARFI (Persatuan Artis Film Indonesia) pada hari Jumat, 28 Agustus 2026, panitia mengadakan acara Nonton Bareng (NOBAR) sebuah film pendek berjudul: “Ada Hantu di Menara Merdu”. Film pendek, 13 menit ini adalah produksi Kelap-kelip Jakarta, yang disponsori oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, dan saat ini masih menjadi hak tayang Indonesiana TV.
Ide cerita film Ada Hantu di Menara Merdu telah terpilih program Layar Anak Indonesiana TV (LAI) 2024, tayang perdana di Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 19.
Film yang disutradarai oleh Nanda Rahmadya ini menceritakan tentang sekelompok anak dari Jakarta (Zeo, Remi, Ara, Gembi, Darra, Raga, dan Annika) berlibur ke rumah mbahnya di Banyuwangi, untuk membuktikan cerita hantu lokal dan tempat mistis, termasuk sebuah menara bambu di tengah sawah yang mengeluarkan alunan musik angklung.
Film juga menceritakan tentang anak Ibukota Jakarta yang ingin membuktikan kemistisan Banyuwangi, namun malah mendapatkan pelajaran tentang budaya yang nyaris punah dan iklim yang berubah. Ada Hantu di Menara Merdu ini film pendek menarik yang lucu lucu menarik. Menghibur sembari ngasih sedikit wawasan baru soal budaya di Banyuwangi.
Ir. Wowok Meirianto, MT, yang adalah owner Waroeng Kemarang Banyuwangi, berperan sebagai Mbahkung nya Zeo dalam film ini adalah benar-benar mbah nya Zeo, mengatakan bahwa film ini adalah hanya sebagian kecil daripada kesenian, adat tradisi yang kami angkat, yaitu barong, gandrung, dan angklung paglak.
“Semoga dapat menginspirasi PARFI Banyuwangi dalam mengangkat destinasi wisata Banyuwangi yang sangat banyak dan menarik, “imbuh Wowok.
“Ojo ketip, sebab film hanya 13 menit, “tutup Wowok sambil tersenyum sembari mengucapkan selamat menonton bareng.(Sayuri)


Komentar