oleh

Musdes RKPDes 2027 Bahas Prioritas Pembangunan dan Penguatan BUMDes

Banyuwangi, Jurnalnews.com – Pemerintah Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, menggelar Musyawarah Desa (Musdes) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun 2027, Senin (7/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di aula desa tersebut diikuti tokoh masyarakat, tokoh perempuan, serta unsur masyarakat Desa Bangsring. Musyawarah juga dihadiri Camat Wongsorejo, Kepala Desa Bangsring beserta perangkat, BPD Bangsring, pendamping desa, PKK, dan Bhabinkamtibmas.

Kepala Desa Bangsring, Sutoyo, mengatakan Musdes tersebut menjadi momentum penting untuk menentukan arah pembangunan desa di tengah kondisi anggaran yang semakin terbatas.

“Hari ini Desa Bangsring melaksanakan jadwal pertama RKPDes atau musyawarah rencana alokasi anggaran tahun 2027. Tentu kita menghadapi efisiensi, tetapi tidak mengurangi semangat dan antusiasme masyarakat,” tegas Sutoyo.

Menurutnya, keterbatasan anggaran membutuhkan pemahaman bersama dari seluruh masyarakat. Karena itu, pemerintah desa mendorong adanya partisipasi masyarakat melalui gotong royong dan swadaya, sebagaimana telah dilakukan di sejumlah desa lainnya.

Sutoyo berharap seluruh usulan pembangunan yang disampaikan masyarakat nantinya dapat disesuaikan dengan kemampuan anggaran dan pagu indikatif desa.

“Kami berharap masyarakat memahami kondisi keuangan atau anggaran Desa Bangsring saat ini. Kondisi seperti ini bukan hanya dialami Desa Bangsring, tetapi juga desa-desa lainnya di Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Banyuwangi, Tatag Iswahyudiono, menekankan pentingnya desa mulai membangun ekosistem ekonomi secara mandiri.

Menurut Tatag, kebijakan pemerintah pusat berdampak terhadap berkurangnya porsi Dana Desa yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan pembangunan. Kondisi tersebut, kata dia, harus disikapi dengan strategi baru, salah satunya melalui peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes).

“Bagaimana caranya kita bersama-sama berpikir bahwa dana desa yang sekarang tersisa ini bisa mendapatkan tambahan melalui peningkatan Pendapatan Asli Desa,” jelasnya.

Salah satu potensi yang dinilai dapat dikembangkan adalah pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai perusahaan milik desa. Dengan pengelolaan yang baik, BUMDes diharapkan mampu membuka peluang usaha, meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus memberikan tambahan pendapatan bagi desa.

“Dengan pemberdayaan BUMDes, potensi desa bisa menambah penghasilan desa dan membantu mencukupi kebutuhan-kebutuhan yang tidak ter-cover oleh Dana Desa,” tambah Tatag.

Dalam Musdes tersebut, sejumlah usulan pembangunan dari masyarakat juga mulai mengemuka untuk menjadi bahan penyusunan RKPDes 2027.

Dari Dusun Parasputih, masyarakat mengusulkan pembangunan tiga titik pavingisasi, drainase, serta kendaraan roda tiga.

Sementara dari Dusun Krajan 1, usulan yang disampaikan meliputi pembangunan jembatan, empat titik pavingisasi, dan dua titik talut.

Sedangkan Dusun Krajan 2 mengusulkan empat titik pavingisasi serta pembangunan talut jalan. 

Seluruh usulan tersebut selanjutnya akan dibahas dan disusun berdasarkan skala prioritas, kemampuan anggaran desa, serta kebutuhan ditambah dengan usulan bidang kesehatan masyarakat. (Venus). 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *