Banyuwangi, Jurnalnews.com – Masyarakat Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Imbauan tersebut menyusul banyaknya masyarakat yang datang ke fasilitas pelayanan kesehatan dengan keluhan gangguan pernapasan, seperti demam, batuk, pilek, dan sakit tenggorokan.
Plt. Kepala Puskesmas Wongsorejo, Mohammad Yusuf, membenarkan adanya cukup banyak pasien yang datang dengan keluhan yang mengarah pada gejala ISPA.
“Mereka yang datang ke Puskesmas rata-rata memiliki gejala ISPA yang umum, antara lain demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, sakit kepala, nyeri otot, dan tubuh terasa lemas. Gejala tersebut juga dapat menyerupai influenza,” ujar Yusuf, Selasa, 6 September 2026.
Menurut Yusuf, ISPA tidak selalu disebabkan oleh influenza. Infeksi saluran pernapasan dapat dipicu oleh berbagai jenis virus, bakteri, maupun mikroorganisme lainnya. Karena itu, masyarakat diimbau tidak langsung menyimpulkan bahwa setiap kasus ISPA merupakan influenza.
Yusuf juga menyampaikan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur yang menunjukkan bahwa hingga pertengahan September 2026, aktivitas influenza di Indonesia masih mengalami fluktuasi. Proporsi pemeriksaan yang menunjukkan hasil positif influenza juga mengalami peningkatan, dengan influenza A(H1N1)pdm09 menjadi salah satu subtipe yang dominan pada hasil pemeriksaan yang terdeteksi.
Yang perlu menjadi perhatian, lanjut Yusuf, ISPA dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius, termasuk pneumonia. Risiko tersebut terutama perlu diwaspadai pada kelompok rentan, seperti bayi dan anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, penderita penyakit kronis, serta masyarakat dengan daya tahan tubuh rendah.
“Yang perlu diwaspadai, ISPA dapat berkembang menjadi pneumonia, terutama pada kelompok rentan seperti bayi dan anak kecil, lansia, ibu hamil, orang dengan penyakit kronis, serta orang dengan imunitas rendah,” terangnya.
Untuk mencegah penularan, masyarakat dianjurkan menerapkan etika batuk dan bersin, menggunakan masker pada kondisi atau lingkungan berisiko, menghindari kerumunan ketika sedang sakit, serta rajin mencuci tangan menggunakan sabun.
Selain itu, penerapan pola hidup bersih dan sehat serta menjaga asupan makanan dengan gizi seimbang juga penting untuk membantu menjaga daya tahan tubuh.
“Apabila mengalami gejala gangguan pernapasan, terlebih jika kondisi semakin memburuk, masyarakat dianjurkan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat,” pinta Yusuf.
Dengan demikian, peningkatan kasus atau keluhan ISPA tidak serta-merta menunjukkan bahwa sedang terjadi peningkatan influenza.
Masyarakat tetap perlu mengenali gejala, menjaga kebersihan dan kesehatan, mencegah potensi penularan, serta segera mendapatkan pemeriksaan medis apabila gejala semakin berat.
(Venus)


Komentar