Banyuwangi, Jurnalnews.com – Pelaksanaan Haul Majemuk ke-XVIII Yayasan Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Desa Bengkak, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, berlangsung meriah dan khidmat pada Selasa (3/11/2026).
Mengusung tema “Setia dalam Robithoh, Bersama dalam Nadroh”, kegiatan ini menjadi momentum untuk mengenang jasa dan perjuangan para masyayikh sekaligus mempererat tali silaturahmi keluarga besar pesantren.
Acara tersebut dihadiri para pengasuh pondok pesantren, Camat Wongsorejo, kepala dan staf KUA Wongsorejo, Pj. Kepala Desa Bengkak, tokoh agama, tokoh masyarakat, wali santri, alumni, serta para santri Pondok Pesantren Miftahul Ulum.
Ketua panitia, Ustadz Sudawi, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh tamu undangan serta masyarakat yang telah berpartisipasi menyukseskan rangkaian kegiatan haul.
Ia berharap kehadiran para jamaah dalam majelis tersebut membawa keberkahan, serta menjadi sarana untuk memperoleh barokah dan syafaat dari para masyayikh dan Rasulullah SAW.
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Haul Majemuk ke-XVIII ini. Semoga segala partisipasi dan pengorbanan yang diberikan mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT,” ungkapnya.
Ustadz Sudawi juga melaporkan bahwa rangkaian kegiatan haul telah dimulai sejak beberapa waktu sebelumnya, diawali dengan pelaksanaan salat hajat setiap malam sebagai bentuk ikhtiar dan doa demi kelancaran acara.
Berbagai kegiatan turut digelar, di antaranya khotmil Qur’an bin nadhor, kegiatan keagamaan, entrepreneur, prosesi ziarah dan silaturahmi, serta sejumlah kegiatan sosial dan kebersamaan.
Sebelum acara puncak, panitia juga menyelenggarakan gowes, Tibunnabawi dan cek kesehatan, senam bersama, khotmil Qur’an, serta reuni alumni yang melibatkan keluarga besar Pondok Pesantren Miftahul Ulum.
Puncak kegiatan haul diisi dengan pengajian umum yang menghadirkan KH. Muhammad Mushoddiq Fikri Faruq Pengasuh Pondok Pesantren Riyadus Sholihin, Jember dan KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo.
Momentum Mempererat Robithoh dan Silaturahmi
Haul Majemuk ke-XVIII ini tidak hanya menjadi ajang mengenang perjuangan para masyayikh, tetapi juga sebagai momentum memperkuat robithoh atau ikatan batin antara santri, alumni, pengasuh, dan seluruh keluarga besar pesantren. (Venus).


Komentar