Banyuwangi, Jurnalnews.com – Taman Kanak-Kanak (TK) Dharma Wanita 26 Wongsorejo bersama Kelompok Bermain (KB) Harapan Kita mengumpulkan wali murid di Pendopo Desa Wongsorejo, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Senin (2/11/2026).
Kegiatan tersebut digelar untuk menyosialisasikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah diterima oleh kedua lembaga pendidikan tersebut, sekaligus memberikan pemahaman kepada orang tua mengenai manfaat, mekanisme pelaksanaan, serta pentingnya menjaga keamanan makanan bagi anak-anak.
Dalam kesempatan itu, Kepala TK Dharma Wanita 26 Wongsorejo, Nurhidayatin, menyampaikan arahan terkait program MBG yang merupakan salah satu program pemerintah untuk mendukung pemenuhan gizi anak usia dini.
Menurutnya, program MBG menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap kebutuhan nutrisi anak melalui pemberian makanan bergizi secara rutin di lingkungan sekolah.
“Program ini sangat baik dan patut kita apresiasi. Biasanya program pemerintah diberikan dalam bentuk bantuan tertentu, tetapi kali ini langsung berupa makanan untuk anak-anak. Tujuannya untuk melengkapi kebutuhan nutrisi mereka, sehingga pemenuhan gizi anak dapat lebih terjamin,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, menu MBG telah disusun dengan memperhatikan kandungan gizi, mulai dari karbohidrat, protein, lemak, sayuran hingga buah-buahan. Menu tersebut juga melalui pemeriksaan dan pengawasan ahli gizi sebelum didistribusikan kepada peserta didik.
Nurhidayatin mengajak para wali murid untuk turut memperhatikan menu makanan yang diberikan kepada anak-anak serta memahami manfaat dari setiap jenis makanan yang dikonsumsi.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa selain kandungan gizi, aspek keamanan makanan menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan program MBG, terutama bagi anak-anak usia TK dan kelompok bermain yang masih membutuhkan pendampingan orang dewasa.
“Yang perlu kita jaga betul adalah keamanan makanannya. Meskipun makanan sudah disiapkan dengan baik dari dapur, ketika sampai di sekolah, tanggung jawab menjaga keamanan makanan juga berada pada pihak sekolah,” jelasnya.
Menurutnya, anak-anak usia dini belum sepenuhnya memahami cara menjaga keamanan makanan secara mandiri. Oleh karena itu, pengawasan dari orang dewasa sangat diperlukan agar program MBG benar-benar memberikan manfaat bagi kesehatan peserta didik.
Diketahui, selama kurang lebih sepekan terakhir, siswa-siswi TK Dharma Wanita 26 Wongsorejo dan KB Harapan Kita telah menerima program MBG dari SPPG Wongsorejo 2.
Dalam sosialisasi tersebut, pihak sekolah juga mengumpulkan orang tua atau wali murid untuk menandatangani surat pernyataan terkait penanganan makanan MBG apabila dibawa pulang ke rumah.
Melalui surat pernyataan tersebut, orang tua menyatakan memahami pentingnya menjaga kebersihan, cara penyimpanan, serta batas waktu konsumsi makanan.
Selain itu, apabila makanan dibawa pulang, tanggung jawab penanganan dan penyimpanan setelah diterima dari pihak sekolah menjadi tanggung jawab orang tua atau wali murid.
Pernyataan tersebut juga menjelaskan bahwa keluhan atau persoalan yang berkaitan dengan keamanan, penyimpanan, maupun konsumsi makanan setelah berada dalam tanggung jawab orang tua, tidak dibebankan kepada pihak sekolah atau penyedia MBG sepanjang berkaitan dengan penanganan setelah makanan dibawa pulang.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, pihak sekolah berharap terjalin kerja sama yang baik antara sekolah, orang tua, dan penyedia MBG dalam mendukung keberhasilan program pemerintah. (Venus).


Komentar