oleh

ANCAK, BERKATAN, NDERES QUR’AN, TRADISI RAJABAN DI KAMPUNG SANTRI BALI.

-Berita-1.163 views

Bulan Rajab yang telah berlalu, selalu membawa kenangan kesan yang indah bagi seluruh umat Islam yang biasa menunggu, menyambut dan mengisinya dengan harapan baik.

Tidak terkecuali bagi warga kampung santri Bali, bulan Rajab 1442 H, diperingati bertepatan dengan peristiwa besar Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW.
Seluruh keluarga besar mulai dari anak santri, wali santri dan warga sekitar bersemangat mengikuti kegiatan yang sudah diagendakan.

IMG-20210330-WA0060

Tepatnya tanggal 27 Rajab 1442 H, ( 11 Maret 2021) Kamis malam Jumat Legi acara dimulai dari jam 15.00-16.00 WITA dengan lomba mewarna kaligrafi ibu dan anak, dilanjutkan jam 16.00-17.00 WITA dengan nderes /baca
Al Quran bersama-sama santri putra dan putri.

Selanjutnya tepat pukul 17.00 – 18.00 WITA, acara inti dimulai dengan pembacaan ayat suci Al Quran surat Al Isra ayat 1 dibacakan santriwan Wakik. Sambutan oleh wakil wali santri bpk. Sahro yang mengucapkan terimakasih kepada semua santri dan juga wali santri atas semua partisipasinya dalam hari besar islam di KSB. Dilanjutkan Tauziah dari Ustazd Widodo selaku pengasuh KSB, yang menceritakan peristiwa besar Isra Miraj dengan pesan moral bahwa Allah memberikan hal baik kepada umatnya, dibalik semua peristiwa terutama bagi orang yang sabar dan ikhlas.

Selesai dengan doa bersama, persiapan sholat berjamaah magrib dilaksanakan, semua yang bertugas azan, iqomat oleh santri remaja putra Ilham dan Arie.

IMG-20210330-WA0063

Selesai berzikir dan bershalawat bersama dilanjutkan tradisi Tumpeng Ancak yang didoakan terlebih dahulu.
Tumpeng ancak ini adalah tradisi suku Osing Banyuwangi disetiap acara slametan/tasyakuran, khusus Kampung Santri tumpeng ancak dibuat oleh keluarga pak Syawali aseli dari desa Glagah yang tinggal di Bali.
Sebanyak 5 tumpeng ancak dinikmati kurang lebih 50 orang yang hadir termasuk anak- anak .

Tumpeng ancak suku Osing cukup unik, karena wadah/tempatnya berasal dari tulang daun pisang yang dirangkai bambu dan ditutup dengan daun pisang Diatasnya ditata nasi putih, telur balado, daging sapi bumbu rempah, ayam goreng kampung, mie goreng, tempe tahu kare, urap sayuran, pecelan, sambal tomat, timun. Semua ditata dengan cantik bak hiasan tumpeng.
Perbedaan hanya dibentuk nasinya saja. Nasi putih ditutup dengan macam lauk- pauk dan sayuran. Inilah uniknya tumpeng ancak yang disambut bahagia semua santri dan wali santri.

Selesai menikmati tumpeng ancak ada komentar positif dari pak Affan dan juga ibu Habibi yang asli orang Madura, terkesan dengan adanya ancakan /bancakan ini.

“Sungguh mengingatkan dengan tradisi di kampung halaman, ” kata mereka.

Bersyukur tidak harus selalu dengan kemewahan, cukup dengan berbagi bersama yang menumbuhkan ikatan kuat dan kerukunan. Tradisi bancakan (makan bersama) dengan ancak yang dimakan bersama-sama. Berbagi dengan adil dan juga tidak saling berebut sungguh suatu nilai pendidikan yang ditanamkan oleh para leluhur bagi anak cucunya ini filosofi yang luhur.
Sebagai santri yang nantinya akan meneruskan nilai berbudaya kemanusiaan patut dilestarikan tradisi yang luhur ini.

Acara ditutup dengan doa bersama dan ucapan terimakasih kepada relawan, donatur yang berpartisipasi. Ibu anindya, ibu Komaria, ibu Agga, nenek Awwa, ibu Affan selaku bidang konsumsi melakukan pembagian berkat berupa nasi kotak, kue, dan juga buah yang dibawa pulang sebagai buah tangan bagi anak – anak dan keluarga mereka dirumah.

Tradisi ancak/bancakan dan berkatan dari Kampung Santri Bali menutup bulan Rajab, sebagai peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Akan menjadi kenangan dan juga ibrah bagi semua santri juga wali santri yang in shaa Allah mendapatkan hidayah dari Allah SWT. Saat mengalami kesulitan, kesedihan ditanah rantau pulau Bali, dengan semangat doa, harapan pantang menyerah, bersandar pada Rabb Illah semata. Catatan HBI,Kampung Santri Bali ,awal maret 2021 (Ambarwati Soenarko)’

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *