Guru ngaji di taman pendidikan atau madrasah maupun yang selenggaran private baca Kitab Suci Al-Qur’an dibekali metode Al-Qolam ikhtiar Pesantren Ilmu Al-Qur’an (PIQ) Singosari Malang di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banyuwangi, Minggu-Senin, 21-22 Juni 2026.
Metode Al Qolam merupakan panduan praktis belajar baca Al-Qur’an yang ramah buat anak usia PAUD hingga lansia yang perhatikan tartil dan tahun intonasi 4 nada hingga paham. Penerapannya dipandu dengan buku 4 jilid, pelatihan buat guru ngaji serta sediakan perangkat pelajaran, absensi, jurnal, evaluasi hingga buku prestasi sistem klasikal.
“Metode Al Qolam praktis dan fleksibel hingga terbuka pada inovasi memperhatikan sikon lembaga dan santri, ” tutur Koordinator Kabupaten Banyuwangi H. M. Reza Pahlevi, SH, MM–cicit Datuk Malik Ibrahim Kampung Arab Lateng pemilik nomor WA 08113218718 ini.
Guru besar Al Qolam KH. M. Basori Alwi adalah pendiri Jami’iyatul Qur’an Wal Huffadz yang anggotanya para qori dan hafidz dan pencetus MTQ KIAA (Konferensi Islam Asia Afrika) serta sering juri nasional hingga ke Brunai dan Mesir.
Instruktur pelatihan Ustadz Abdul Qodir, Wakil Direktur Al Qolam Pusat ungkapkan untuk mendukung keberhasilan metode ini adalah tetap ke figur guru dan disiplin pada tahapan pembelajaran hingga evaluasi. “Target setahun bisa 4 jilid plus juz amma, ” ungkapnya dengan senyum.
Menjawab pertanyaan peserta ustadzah Faridah dari TPQ Hidayatul Muttaqin Sragi Songgon yang sudah terapkan metode Al Qolam lebih 5 tahun, dibanding dengan lembaga lain, “santri kami kurang mau nderes di rumahnya! ” yang dijawab sama Ustadz Abdul Qodir dengan mencontohkan anak kandungnya yakni anak tetap dunia anak yang bermain. Saat di rumah pulang ngaji atau sekolah tetap seperti anak yang lain. “Maka kuati saat mengajar tekankan 5 pilar, ” tambahnya.
Ustadz Maifuri, S. Pd yang terapkan Al Qolam ini di pelajaran madin di SDN Model, Mts At Taufik Sumberejo dan di rumahnya untuk anak Kampung Melayu, sebut nilai lebihnya di antara santri ada yang mampu jadi asisten guru hingga mempermudah keberhasilan kelas untuk hasil maksimal. Tentu ada anak yang perlu pendampingan khusu, ” tutur ayah yang 3 anaknya bakat dan prestasi di bidang baca puisi, berkisah dan dai cilik serta cinta Al-Qur’an.
Sedang ustadz Muhib dari MI Darussalam Kalipuro dan Ust Syaifudin dari Ponpes Ahsanul Muhsinin Panderejo yang baru pertama ikut pelatihan ungkapkan akan menyimak 2 hari ini dan bisa dipetik hikmah memperkaya ilmu untuk keberhasilan proses belajar hingga pemahaman Al Qur’an menyesuaikan dengan sistem yang berjalan. “Tampaknya ini menyenangkan bagi santri dan bisa meningkatkan potensi untuk jadi qori atau hafidz dan mubaligh serta yang mau beramal mengajar kan mukjizat Rasulullah yang diawali Iqro’ ini, ” (Bung Aguk/AM/JN)


Komentar