oleh

KALIGRAFI, NASI JAGUNG BERKAH, REJEKI MENDATANGI KAMPUNG SANTRI BALI (KANG ALIS, BU IIS, ABAH DADANG)

Mendapat kunjungan hamba Allah,baik yang berdonasi berupa nasi, sembako, santunan, pakaian layak pakai juga beberapa buku islami dan iqro, sudah dirasakan oleh kaum santri yang rajin beribadah.

Ditempat yang minoritas dan memang sengaja dibuat seperti model pobdok pesantren meski hanya berupa sebuah tempat belajar dengan sewa kost ukuran 4×6 meter plus teras dan halaman depannya yang dipaksakan jika ada kegiatan jamaah/lebih dari 50 orang,ditambah dengan teras dan halaman kist dari pengasuh yang tepat bersebelahannya, tidak menyurutkan semangat ngaji dan belajar santri dan walinya.

IMG-20210330-WA0082

Malam itu tanpa diduga bertepatan hari Jum’at malam Sabtu (19-03-2021) tepat jam 18.35 WITA sebuah hadiah berupa lukisan kaligrafi bertuliskan huruf arab yang berbunyi “Ya Hayyu-Ya Qayyum (Yang Maha Hidup-Yang Maha Berdiri Sendiri)dengan bahan dasar cat acrilik ukuran 2×2,5 meter didominasi warna kuning sebagai back ground (hitam, pink, biru, merah hijau) diserahkan langsung oleh senimannya Moh. Jumalis/Kang Alis pria dari 2 (akan 3) anak, asli kelahiran genteng banyuwangi kepada KSB.
Diterima pengasuhnya Ustazd Widodo dengan senang dan juga rasa bangga dari para santri sore itu.

Didampingi oleh Bu Iis donatur nasi jagung serta suaminya Pak Dadang, pasutri asal Jember yang sehari-harinya berjualan dipasar sanglah, dan memasak sendiri dari kontrakannya di pulau singkep denpasar.

IMG-20210330-WA0085

Ketiga tamu tersebut,mengikuti shalat magrib berjamaah dengan semua santri juga melakukan dialog dan memberikan pesan moral spiritual untuk santriwan/wati yang ngaji sore itu.

Ketiganya mohon bantuan doa untuk semua donatur, juga urusan kelancaran dunia akhirat kusus pak Alis untuk persiapan kelahiran putranya yang ke 3, dan juga pasangan bu iis pak dadang agar rumah tangganya sakinah, mawadah, warahmah.

Pesan Pak Dadang yang saat itu sebelumnya melihat kegiatan baca Qur-
‘an santri, agar membacanya dengan baik perhatikan mahroj dan tartilnya,supaya fasih,demikian pesannya. Harus istiqomah rajin dan terys bersemangat terutama juga mendoakan orang tuanya.

Kang Alis, mohon anak santri cinta Quran yang mau melukis/gambar bisa membuat kaligrafi sederhana diatas kertas dulu, baru nanti bisa dilukis dikanfas. Asal giat berlatih pasti nisa pesannya begitu saat menjawab pertanyaan dari Affan.

Ibu Iis yang sudah rutin memberikan sedekah jumat berkah, juga memperkenalkan diri pada mereka, yang tersenyum bisa langsung berkenalan, “ternyata bu Iis cantik ya..,” kata si agus santri yang cukup vokal diantara lainnya.

Dari kehadiran para tamu yang membawa berkah tersebut juga perduli dengan kegiatan santri,atas nama semua warganya Ustazd Widodo mengucap terima kasih juga mendoakan semua donatur tersebut untuk kelancaran dan juga mohon ridha Allah urusan dunia akhiratnya dilancarkan.

Seperti yang tertulis dilukisan kaligrafi (Ya Hayyu-Ya Qayyum/Yang Maha Hidup Yang Maha Berdiri Sendiri) semoga kita semua, khususnya Kampung Santri Bali, tetap terus Hidup, Berdiri Sendiri, Istiqomah dan Mandiri bersandar Iman pada Allah SWT.  Mengakhiri silaturahmi malam itu, semua pulang dengan penuh rasa syukur atas rejeki dari Allah SWT. (Ambarwati Soenarko).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *