BANYUWANGI – Festival Doesoen Kakao digelar di PT Perkebunan Nasional (PTPN) XII Kendenglembu tepatnya di Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore berlangsung meriah (4/4/2021) Festival yang diselenggarakan selama dua hari tersebut dimulai pada 3 hingga 4 April 2021.
Dalam festival itu pengunjung dapat merasakan cokelat kualitas terbaik dan menikmati beberapa kegiatan yang telah disiapkan, antara lain lomba olahan makanan dari bahan dasar cokelat, lomba tarian gandrung dan funbike.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani mengatakan tahun lalu Festival Doesoen Kakao sempat terhenti lantaran terkendala Covid-19.
Maka dari itu, untuk meningkatkan perekonomian tahun ini mulai digencarkan lagi promosi wisata khusunya di Doesoen Kakao, Kecamatan Glenmore.
“Saya berharap ada kreasi baru dari produk berbahan baku cokelat yang berasal dari Doeson Kakao Glenmore agar lebih meningkatkan lagi minat wisatawan,” ujarnya.
Pemerintah Daerah (Pemda ) Banyuwangi juga sudah berkoordinasi dengan PTPN XII terkait pengembangan wisata serta meningkatkan UMKM dengan produk bahan baku cokelat.
Produk olahan cokelat di Dosoen Kakao sangat bervariasi dan tentunya dibuat dari bahan baku cokelat dengan kualitas terbaik. “Jadi diharapkan kebutuhan bahan baku untuk UMKM dapat tersedia di Doesoen Kakao,” cetusnya.
Sementara itu, Direktur PTPN XII, Siwi Peni mengatakan, dalam dua hari Doesoen kakao menjadi tempat dalam serangkaian festival. Dua acara pada hari pertama dan satu acara puncak telah dipersiapkan untuk mengenalkan perkebunan penghasil Kakao Edel yang telah dikenal dunia dengan sebutan Java Kakao.
Selain memperkenalkan hasil produk juga sebagai sarana pemberdayaan masyarakat untuk kemajuan Banyuwangi yang lebih baik. “Hari pertama kami ada lomba mengolah makanan dan minuman berbahan dasar cokelat, yang di ikuti oleh ibu PKK se-Kecamatan Glenmore, dan dilanjut dengan lomba tari gandrung,” katanya.
Siwi Peni menjelaskan, persiapan telah dilakukan dengan matang, karena musim pandemi Covid-19 penerapan protokol kesehatan menjadi perhatian lebih dari panitia. Untuk peserta funbike memang sengaja dibatasi sebanyak 300 peserta. “Selain dapat menikmati kesejukan suasan perkebunan, para peserta funbike maupun pengunjung dapat langsung menyicipi semua produk olahan cokelat kualitas ekspor,” terangnya.
Selain terkenal sebagai penghasil biji kakao terbaik di dunia, lanjut Siwi Peni, Doesoen kakao juga menyediakan berbagai produk berbahan dasar cokelat yang sudah diolah menjadi makanan dan minuman. Karena hampir 86 persen cokelat hasil panen perkebunan tersebut diekspor keluar negeri. “Kita ingin masyarakat Banyuwangi juga menikmati cokelat terbaik. Bukan hanya orang luar negeri saja,” terangnya.
Pihaknya juga akan mengembangkan beberapa titik wisata lagi guna membantu PTPN XII maupun Pemda Banyuwangi dibidang pengembangan dan percepatan wisata alam. Sebab dilihat sekarang ini tempat wisata alam banyak diburu wisatawan domestic maupun mancanegara. “Salah satunya yang akan kami kembangkan yakni kebun bunga dan tentunya dengan konsep alami,” pungkasnya.(Mbah Din)


Komentar