Kartu identitas diri yang penting seperti KTP dan Akte Kelahiran,akan segera dimiliki penyandang difabel kaki layu dan tunarungu Hairiyah, 23 tahun, warga Krajan Desa Watukebo-Blimbingsari. Berkat keterpanggilan Yunitasari, S.Pd. yang tiap berangkat dan pulang ngajar sebagai guru di sekolah inklusi di SDN 3 Rogojampi, disapa dengan Jempol Khas Hairiyah sambil ngesot di teras rumahnya.
Atas info Bu Yuni panggilan akrab ibu satu anak ini, Bung Aguk dari Komunitas Gotongroyong’45 didampingi Yeti Chotimah dari divisi advokasi & konsultasi Komunitas Aura Lentera yang fokus ke pendampingan kaum cacat setara untuk Indonesia jaya. Yeti banyak memberi pencerahan buat Ibu Hairiyah, Siyami.

“Tak perlu malu dengan takdir amanah yang berat dan gawe semendale ati ini. Orangtua akan rentah dan meningggal, sementara anak harus menjalani kehidupan dengan mandiri, “Tutur Yeti yang juga guru penggerak inklusi.
Apa tak pernah diuruskan akte kelahiran dan Hairiyah ndak pernah berobat ke posyandu atau puskesmas? tanya Aguk. Dijawab oleh bu Siyami, “Mboten nateh. tumbas obat teng warung pun beres, “kata ibu 4 anak dari 2 suami ini.
Hairiyahanak kedua dari suami pertama, Slamet. Suami sekarang, Sunar, juga berikan 2 anak. Yang bungsu sudah sekolah SMK swasta dan dari data di Kantor Kecamatan Blimbingsari sudah terbit KTPnya saat usianya 17 tahun.
“Untuk setiap warga yang buat KTP wajib rekam data bahwasannya tiap orang satu NIK. Hariyah ada keterangan cacat fisik dan saya yang input.Bila memungkinkan datang,kami tunggu.Bila tidak maka kami hubungi Dispenduk untuk jemput bola seperti seorang wanita gemuk yang lumpuh di Watukebo juga, tim kabupaten datang, “jelas Bambang, operator KTP yang seminggu lagi pensiun, menyusul sekcam Hendro.
Sementara itu, Kasie PMD yang juga sekretaris Forum Komunikasi Kecamatan Sehat dan UPZ Blimbingsari, Abdul Azis, SH, siap luncurkan bantuan lewat Baznas berupa kursi roda dan papan skateboard klaher modif buatan seorang tuna daksa Bilal yang istrinya juga daksa juga. Kabar ini disambut baik oleh relawan diffabel.
“Kami dampingi buatkan bila ada dana sosial, “tambah difabel daksa Dio, sekretaris Aura Lentera yang sedang menempuh S2 Pendidikan Luar Biasa di UPI Bandung.
Selanjutnya Bung Aguk temui Sekretaris Desa Watukebo, Drs. Harly sembari pantau vaksinasi di balai desa.
“Siap, Kamis (27/5) pagi jam 07.45 Hairiyah kami jemput dan antar dengan mobil pelayanan masyarakat ke kantor camat agar punya KTP. Semoga keluarganya bisa kerjasama yang baik.Sebab pernah kejadian untuk kasus sama ada keluarganya yang marah tanpa arah dengan niat baik aparat desa, ” ujarnya sembari hubungi Sopir Ghofur untuk koordinasi.
Suami Yunitasari, Supriadi siap menemani Hairiyah ke operator KTP Blimbingsari.ada info yang diterima jurnalis media ini dan aktivis Gotongroyong’45, keluarga Hairiyah kurang berkenan dibantu, takut merepoti atau takut trauma atau ketahuan selama ini terlambat mengurus dokumen kependudukan anggota keluarganya.(AWN)


Komentar