BANYUWANGI – Puluhan warga penyalur air bersih yang dikelola oleh Himpunan Penduduk Pengguna Air Minum (HIPPAM) Tirto Suci protes, mereka minta agar rencana kenaikan tarif permeter kubik yang semula 2000 menjadi 3000 di urungkan.
Sumur air bersih itu bertempat di Desa Plampangrejo Kecamatan Cluring, warga dan pengurus Tirto Suci yang sengaja diundang hadirkan oleh pihak Pemerintah Desa pada hari jumat kemarin, bertujuan untuk bermusyawarah atas adanya polemik naiknya tarif yang mencapai 1000 permeter kubik.
Tirto Suci mempunyai 5 tandon air dari 3 sumur, kini warga penyalur air mencapai 1.400. Bagi penyalur awal mendaftar dikenai biaya sebesar 500 sampai 600 ribu dan biaya beban perbulan 3000 serta biaya permeter kubik 2000.
Dari 1.400 penyalur air bersih 110 tidak ditarik biaya pendaftaran, mereka warga yang tidak mampu dan juga sarana tempat ibadah.
Musyawarah yang dilakukan oleh penyalur air dan penglolah sumur (hippam) dihadiri oleh camat cluring Yopi bayu Irawan, Kepala desa dan BPD serta anggota kepolisian untuk pengamanan.
Ujung musyawarah yang dilakukan dikantor desa, pihak perwakilan warga penyalur air Anggi Yolanda meminta selain rencana kenaikan biaya permeter kubik ditiadakan. Anggi menuntut trasparansi dalam penglolahan uang sejak 10 tahun terakhir.
“Kami menolak kenaikan iuran, kami juga meminta pertanggung jawaban laporan secara akuntabel selama 1 dekade terakhir.” Tegasnya.
Anggi juga menganggap pengurus Tirta Suci gagal.
“Kami anggap pengurus Tirta Suci ini gagal, saya meminta rekstrukturilisasi kepengurus dengan orang-orang baru lewat rakyat di ambil 3 dusun.” Kata Anggi kepada wartawan.
Lanjut Anggi.” Kami ingin bareng – bareng membedah isi dasar perpasal akte notaris yang dijadikan pegangan pengurus.” Tambahnya.
Sementara perwakilan penglola Tirta Suci, Parnoto menjelaskan saat dalam musyawarah dari mulai awal dilaksanakan penarikan permeter kubik dibebani 2000.
“Sejak awal berdiri sampai saat ini kita bebani permeter kubik 2000, rencana kita naikan 1000 menjadi 3000 permeter kubik.” Terangnya.
Masih kata Parnoto.” Kenapa kita naikan karena dalam kurun waktu yang lama ini kami masih mengalami Surplus disebabkan banyaknya perawatan.” Jelasnya.
Parnoto juga menambahkan dalam 2 tahun terakhir pembukuan mengalami Devisit.
“Apalagi 2 tahun terakhir kita mengalami Divisit karena pembengkakan biaya perawatan. Biaya itu penggatian sibel pipa dan pengeboran lagi sebab sumur jebol. Sehingga dana yang kita kumpulkan selama ini untuk mencukupi biaya oprasional kurang, makanya rencana kita naikan 1000 permeter kubik.” Tambahnya.
Setelah mendengar hasil musyawarah, warga yang hadir kembali kerumah dengan tertib, dan akan kembali bermusyawarah karena tuntutan warga pemakai air menginginkan transparasi anggaran sedetail – detailnya mereka menduga ada fiktip anggaran. (Rny//JN).


Komentar