BANYUWANGI – Beberapa jalan raya di Banyuwangi, Jawa Timur berubah sepi dan gelap gulita disaat masa PPKM Darurat berlangsung.
Hal tersebut terlihat ketika Forpimda melakukan sidak di wilayah Kecamatan Rogojampi, Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani mengatakan bahwa, Lampu Penerangan Jalan Utama (LPJU) di beberapa wilayah di Banyuwangi per malam ini dimatikan.
“Malam ini di beberapa wilayah Banyuwangi LPJU sudah kami matikan,” kata Ipuk Fiestiandani saat sidak di Kecamatan Rogojampi.
Menurut Ipuk, LPJU dimatikan ini berguna untuk mengurangi mobilitas masyarakat Bumi Blambangan pada saat melakukan aktivitas dimasa PPKM Darurat berlangsung.
“Semua ini agar dapat mengurangi mobilitas masyarakat untuk taat bahwa jam 21.00 WIB masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas,” ujar Ipuk kepada wartawan.
Sebelumnya, Forpimda melakukan sidak pada toko dan warung yang masih buka di Banyuwangi. Tim Gabungan berjalan kaki sekitar satu kilometer. Diawali dari Terminal hingga perempatan Kantor Pos Rogojampi.
Sepanjang sidak, petugas gabungan masih menemukan puluhan pelanggar yang tidak memakai masker. Bahkan, mereka menyisir warung, cafe serta toko yang masih buka.
Dari 16 pelanggar protokol kesehatan di Kecamatan Rogojampi, mereka langsung dilakukan test swab oleh petugas. Hasilnya, salah satu pengunjung cafe dinyatakan reaktif covid-19.
Petugas saat memberikan sanksi tes swab antigen kepada pelanggar protkes.
“Disini kami menemukan cafe kecil yang banyak anak muda, ternyata ketika di swab ada satu yang terindikasi reaktif,” ucap Ipuk saat didampingi Dandim 0825 Banyuwangi, Letkol Inf Yuli Eko Purwanto.
Sementara itu, Dandim 0825 Banyuwangi, Letkol Inf Yuli Eko Purwanto mengimbau kepada masyarakat agar saling mengedukasi, dan saling mengingatkan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah.
“Kami terus bergerilya, dan mengedukasi masyarakat, karena masih banyak yang belum mematuhi aturan PPKM Darurat,” cetus Letkol Inf Yuli Eko saat sidak. (Han//JN).


Komentar