oleh

Pelatihan, Pendampingan dan Pengembangan Kampung Toga di Kawasan Umbulrejo

Kali ini tim akademisi Universitas PGRI Banyuwangi melakukan pengabdian Kepada masyarakat di Dusun Umbulrejo RT 3 RW 7 Desa Bagorejo Kecamatan Srono Kabupaten Banyuwangi. Dusun tersebut terkenal dengan sebutan kampung TOGA lantaran warganya memiliki banyak koleksi tanaman obat. Kegiatan dilaksanakan selama 2 hari mulai tanggal 7 s/d 8 Agustus (8/2021).

IMG-20210808-WA0047

Universitas sebagai Kampus terbaik dalam bidang penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat. Tidak salah jika kegiatan kali ini di tahun 2021 kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat juga di danai oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi tahun 2021, tim pengabdi dari Universitas PGRI Banyuwangi yang beranggotakan: Nunuk Nurchayati, S.Si., M.Pd. sebagai ketua, anggotanya terdiri dari Ikhwanul Qiram, MP dan Hasyim As’ari, M.Pd.
Nunuk Nurchayati, S.Si., M.Pd. menyampaikan bahwa “kegiatan ini bentuknya adalah memberikan pelatihan, pendampingan pengembangan kampung toga di kawasan umbulrejo RT 3 RW 7 tersebut untuk menjadi Kawasan edukasi tentang jamu yang berkonsep modern dengan bantua aplikasi “Sijamu Digital”. Kegiatan tersebut ditujukan kepada ibu-ibu kader PKK di kawasan tersebut,” Ujarnya.

IMG-20210808-WA0045

Nunuk Nurchayati, S.Si., M.Pd. juga menambahkan bahwa kegiatan pelatihan yang dilakukan meliputi : pertama, Pengenalan Tanaman Obat Keguarga (TOGA) yang berhasil diidentifikasi memang ada wilayah dusun tersebut ditambah penjelasan manfaatnya; kedua, Pelatihan pembuatan minuman jamu berkhasiat yang dapat dikonsumsi sehari-hari ditambah dengan cara pengemasan dan pemasarannya; dan ketiga, Pengenalan aplikasi berbasis Website dan android “Sijamu Digital” yang berisi informasi tanaman obat dan manfaatnya serta produk yang dapat dihasilkan. Aplikasi tersebut sengaja dibuat oleh tim pengabdi untuk membantu mitra dari kegiatan ini agar dapat belajar banyak tentang tanaman obat dan juga jamu sehingga dapat membelajarkan pengetahuan tersebut kepada orang lain,” Tambah Ketua Peneliti.

Untuk menunjang kegiatan tersebut tim pengabdi juga memberikan alat pemroses jamu berupa pemarut dan pemeras empon-empon sebagai bahan jamu. Hasyim As’ari, M.Pd, juga menambahkan harapan dari kegiatan ini kawasan kampung toga di Dusun Umbulrejo RT 3 RW 7 Desa Bagorejo Kabupaten Banyuwangi dapat menjadi kawasan kampung toga yang juga bisa menjadi kawasan edukasi untuk belajar tentang tanaman toga dan jamu.

“Sehingga dapat memasyarakatkan bahwa jamu merupakan bagian dari Heathy Life Skill dan bagian dari Indonesia Heritage untuk meninggatkan Herd Imunity Keluarga Di Masa Darurat Covid-19, ”tambahnya. (Miskawi Kebangsaan).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *