Banyuwangi – Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HALUN) 2026 dilaksanakan di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Selasa (23/6/2026), diikuti 345 lansia dari berbagai organisasi masyarakat (ormas) dan komunitas dengan tema “Lansia Tangguh, Indonesia Tumbuh”.
Acara diawali senam pagi, dilanjutkan menikmati jajanan, bubur kacang hijau, serta teh dan kopi. Setelah itu, ada lomba melukis di gambar kakek-nenek berbahan styrofoam. Eyang Uti Eny Jasmin dari Sanggar Merah Putih ’45 menjadi juaranya.
Saat 45 peserta mewarnai, pemandu acara dari LPP Blambangan FM, Rano dan Mamik, di pendopo bermain tebak-tebakan sembari berbagi doorprize.
Ketua Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI), H. Achmad Masduki, mengaku senang dengan acara HALUN tahun ini yang masuk rangkaian Banyuwangi Festival sehingga lansia menjadi bermartabat setelah juga diberi ruang dalam Rembug Lansia untuk usulan penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Lansia yang sehari-hari tiba-tiba sering lemas dan pening, dengan kumpul lansia tampak semua gembira, sehat, dan bahagia. Kita berdoa kepemimpinan Bupati Ipuk lancar hingga usai masa baktinya!” tutur mantan Sekretaris Daerah (Sekda) ini.
Ada tamu istimewa, yakni 3 lansia yang berusia 85 tahun ke atas. Pertama, Hj. Chasiastoetie Soeherman yang aktif di berbagai organisasi, misalnya Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (HARPI), Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), dan Dewan Kesenian Blambangan (DKB). “Alhamdulillah masih dapat bonus umur hingga ketemu konco lawas, juga anak cucu generasi penerus!” tutur mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang saat menjadi Ketua Yayasan Abiyoso Gerontologi menginisiasi HALUN dengan swadaya dan gotong royong.
Kedua, Hj. Wahyuni Oneng yang beberapa hari lalu mensyukuri usia ke-90 tahun. Aktivis KB Lestari Pembauran, Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), dan Pramuka ini juga pernah memimpin Wanita Kosgoro dan Persatuan Istri Veteran Republik Indonesia (PIVERI) sebagai istri pelaku Perang 10 November 1945, Soedarsono Pr., yang masuk Brigade XVII Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP) Jawa Timur.
Tampak juga H. Santo yang sudah 94 tahun dan tampak sehat. Putra kelahiran Blitar, tempat Bung Karno dimakamkan, ini datang ke Banyuwangi tahun 1960-an sebagai guru dan pernah menjabat Kepala SMPN 1 Rogojampi. Beliau juga banyak memimpin berbagai organisasi massa maupun paguyuban.
Menarik pula momentum HALUN sebagai acara “wisuda” 30 kakek-nenek warga Kelurahan Tamanbaru yang mengikuti program Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan Dinas Sosial, yakni Sekolah Lansia Tangguh (Selantang). Mereka yang berangkat naik odong-odong berkesempatan mendapat ijazah kelulusan dari Bupati.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyampaikan ragam program inovasi dan gerakan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk peduli lansia, misalnya Rantang Kasih, Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Lansia, dan Rembug Lansia. “Dengan sinergi berbagai dinas dan desa serta dukungan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), kita tandang bareng mensejahterakan masyarakat dan mengurangi angka kemiskinan!” ungkapnya sambil tersenyum, laksana senyum Gandrung lansia yang membuka acara dan lansia yang bergabung dengan Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan Indonesia (FKPPI) membuka lapak Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), plus tenaga medis yang melayani pemeriksaan kesehatan gratis. (Bung Aguk/Yeti Ch./JN)


Komentar