oleh

PENYUSUNAN MUATAN LOKAL BAHASA USING TINGKAT SD DAN SMP

Kali ini Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Banyuwangi bersinergi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi dalam rangka penyusunan Muatan Lokal (Mulok) Bahasa Using Tingkat SD dan SMP. Acara dilaksanakan pada hari Senin, 24 Agustus 2021di Gedung Lantai III, Bappeda Banyuwangi. (24/21)

Pertemuan pertama ini diawali dengan gesah yang melibatkan semua unsur Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, Dewan Kesenian Blambangan (DKB), Guru muatan Lokal Bahasa Using, Perwakilan Kepala Sekolah, Akademisi dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Tujuan gesah ini adalah menggali informasi terkait implementasi pembelajaran Muatan Lokal Bahasa Using Tingkat SD dan SMP.

IMG-20210825-WA0022

Dalam sambutannya Khoirul Hidayat. S.STP, M.Si (Kasubbid Pendidikan dan Kesehatan) menegaskan bahwa “Didalam proses pembelajaran khususnya muatan lokal, siswa wajib mengenal, menjadi lebih akrab dengan lingkungan alam, sosial, dan budayanya serta melestarikan, mengembangkan keunggulan dan kearifan lokal dalam rangka menunjang pembangunan nasional. Jadi jangan sampai siswa tidak tau akar budayanya sendiri atau terasing dengan lingkungannya sendiri. Sehingga, harapan dalam penyusunan Muatan Lokal Bahasa Using Tingkat SD dan SMP adanya produk berupa silabus, RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) Modul termasuk Peraturan Bupati (Perbup) terkait pembelajaran muatan lokal.

“Oleh karena itu pada kesempatan yang berbahagia ini, di dalam Dokumen Peta Jalan Pemajuan Kebudayaan Daerah Kabupaten Banyuwangi meletakkan titik fokusnya pada pendayagunaan Sebelas Objek Pemajuan Kebudayaan Daerah yang terdiri dari tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, ritus, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, permainan rakyat dan olahraga tradisional serta cagar budaya, dapat dijadikan sebagai acuan dan sekaligus pedoman dalam menyusun Muatan Lokal Bahasa Using Tingkat SD dan SMP, “Ungkap Khoirul Hidayat.

Drs. Sutikno (Kasi Peningkatan Mutu dan PTK SMP) sangat sependapat apa yang disampaikan oleh Khoirul Hidayat. Pembelajaran muatan lokal harus memperkuat jati diri dan menumbuhkan kebanggaan pada daerahnya dengan segala potensi yang dimilikinya. Disadari atau tidak, banyak generasi muda sudah tidak tau apa itu tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, ritus, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, permainan rakyat dan olahraga tradisional serta cagar budaya. Pada kesempatan ini wajib diperkenalkan kembali melalui muatan lokal.

Hasan Basri, M.Pdi. Ketua Dewan Kesenian Blambaangan (DKB) menyampaikan bahwa dalam rangka memperkuat jatidiri melalui kebudayaan daerah sudah tertuang dalam Peraturan Daerah No 14 Tahun 2017 Tentang Pelestarian Warisan Budaya dan Adat Istiadat di Banyuwangi. Muatan Lokal Bahasa Using substansi materinya tidak hanya menekankan pada kebahasaan saja, melainkan pada proses memperkenalkan kebudayaan Banyuwangi yang kaya akan nilai-nilai budaya dan pendidikan karekter, disamping itu juga akan muncul kebanggaan hingga mempertahankan budaya sendiri. Kami sangat mengapresiasi adanya Peta Jalan Pemajuan Kebudayaan Daerah Kabupaten Banyuwangi sehingga dapat dijadikan sebagai Kitab dalam menyusun Muatan Lokal Bahasa Using Tingkat SD dan SMP, ” pungkasnya.

Kegiatan berjalan dengan lancar dan semua peserta diberikan kesempatan menyampaikan pemahaman dan pembelajaran Muatan Lokal Bahasa Using.(Miskawi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *