Hari kopi sedunia diperingati setiap tanggal 1 Oktober. Para penggiat kopi Kalibaru pada tahun ini kembali memeriahkannya. Berbeda seperti tahun 2020 lalu, hari kopi ditahun ini diperingati dengan cara berbeda. Jika tahun lalu dirayakan dengan acara cupping test party di Margo utomo hotel, kali ini diisi dengan diskusi online dengan Zoom meeting pada hari Kamis (30/10/2021) dan ngopi bareng di Kampung Santri, RW. 11 Dusun Krajan Desa Kalibaruwetan Kecamatan Kalibaru pada Jum’at (1/10/2021).
Zoom meeting yang diikuti oleh kurang lebih 25 penggiat kopi itu bukan hanya berasal dari Kalibaru, namun ada juga yang dari luar kota seperti Surabaya dan Malang. Para peserta juga dari berbagai kalangan, diantaranya petani, prosessor, penikmat kopi, mahasiswa dari Institut Pertanian Bogor (IPB), akademisi serta anggota DPRD Kabupaten Banyuwangi. Dari seluruh peserta menginginkan Kopi Kalibaru bisa lebih up dan dikenal, bukan hanya di Indonesia namun juga di dunia Internasional.

Menanggapi hal tersebut, Abdul Ghofur anggota komisi 1 DPRD Kabupaten Banyuwangi mengatakan, dirinya ingin menjadikan Kalibaru sebagai ikon kopi di Banyuwangi.
“Kalibaru selain memiliki perkebunan kopi terluas, juga merupakan kecamatan penghasil kopi Robusta terbesar di Kabupaten Banyuwangi. Oleh karena itu, saya ingin kopi Kalibaru menjadi ikon kopi di Banyuwangi, ”ungkap wakil rakyat kelahiran Kalibaru.
Hal ini menjadikan semangat para peserta dan menjadikannya sebagai jembatan dengan pemerintah untuk menyalurkan cita-cita besar para penggiat kopi Kalibaru.
“Doakan, kami juga ingin di pintu masuk kecamatan Kalibaru dibangun tugu kopi sebagai simbol bahwa Kalibaru merupakan bumi Robusta, ”ujarnya diamini peserta.
Acara yang dimulai pada 19.30 WIB ini nampak cair . Selain diisi dengan diskusi serius, joke-joke atau guyonan juga terlontar dari peserta. Keesokan harinya, setelah sholat Jum’at tepat di tanggal 1 Oktober, kembali penggiat kopi mengadakan kegiatan. Kali ini peringatan hari kopi sedunia di tempatkan di Kampung Santri, RW. 11 Kalibaruwetan Kalibaru. Kampung yang beberapa waktu lalu sempat dikunjungi oleh Bupati Banyuwangi itu, mengadakan acara Ngopi Bareng dan launching Cangkir Santri.
Dalam sambutannya, Didik Isnaini, sebagai ketua RW mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada para tamu yang datang ke wilayahnya pada acara tersebut.
“Saya sebagai ketua RW merasa bangga karena Kampung Santri ini menjadi tuan rumah pada peringatan Hari Kopi Sedunia. Dan sebuah kehormatan ‘pakar kopi’ yang juga sahabat kecil saya, Mas Agus Hari Hadi sudi hadir, ” ucapnya.
Dirinya berharap berharap bisa bekerja sama atau sinergi antara penggiat kopi dengan Kampung Santri untuk pemulihan ekonomi dan kemajuan kopi Kalibaru. Sementara itu, Agus Hari Hadi, mahasiswa yang sedang menyelesaikan pendidikan Doktoralnya di Institut Pertanian Bogor (IPB) mengucapkan terima kasih atas sambutan warga Kampung Santri yang begitu hangat dan penuh rasa kekeluargaan. Di depan warga dan penggiat kopi yang hadir, Agus yang juga aktif di kegiatan-kegiatan perkopian khususnya Kalibaru, kembali menceritakan hal-hal yang telah dia lakukan bersama penggiat kopi. Diantaranya pada tahun 2020 lalu, dirinya bersama penggiat kopi Kalibaru memproduksi film Sarjana Kopi. Kemudian ditahun yang sama megadakan kegiatan dalam rangka memperingati hari Kopi Nasional dan Internasional seperti saat ini.
Semua kegiatan itu dilakukan untuk mengangkat nama kopi Kalibaru agar lebih dikenal oleh masyarakat luas.
Pada acara peringatan Hari Kopi Sedunia tahun ini, lanjutnya, merupakan sebuah momen yang tepat untuk merehabilitasi atau merawat dan memperbaiki setelah mengaktivasi kopi pada beberapa tahun lalu dengan ditandainya bermunculannya kafe-kafe oleh penggiat kopi.
“Setelah menjadi aktivator, sekarang saatnya kita menjadi rehabilitator untuk perawatan dan perbaikan. Tentunya ini tidak mudah, karena terbentur eksisting. Oleh karena itu dibutuhkan kesadaran dan kecintaan terhadap kopi Robusta, ” tegasnya.
Diakhir acara, Agus didepan ketua RW, tokoh masyarakat dan warga menerima Cangkir Santri dari wakil tokoh pemuda, Badruddin Kamal atau Gus Badar sebagai simbol launching Cangkir Santri. (Abe)


Komentar