oleh

PAT 2017 Diawali Dengan Tanam Kedelai Bersama, Dipetak 39 RPH Grajagan.

PURWOHARJO – Dalam rangka Konsistensi mensukseskan program pemerintah untuk ketahanan pangan, Perum Perhutan KPH Bayuwangi selatan bekerja sama dengan Kementrian Kehutanan dan Dinas Pertanian juga Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) selaku mitra, melakukan penanaman tanaman kedelai di kawasan hutan Perhutani KPH Banyuwangi selatan, Tumpangsari kemarin Rabo pukul 14 diatas lahan perutani didesa Grajagan kecamatan Purwoharjo. Kamis (30/11).

Lahan seluas 43.817,99 hektar terbagi menjadi 7 bagian kesatuan Pemangku Hutan (BKPH), dan akan dikelolah bersama mitra perhutani yakni LMDH, yang bertujuan menjadi hutan lestari masyarakat sejahtera.

Dalam pengelolahan,Perhutani perlu dukungan atau mitra kerja seperti Instansi pemerintah daerah atau pun stake holder, Perhutani Banyuwangi selatan melakukan pengelolahan hutan bersama masyarakat atau sering disebut PHBM.

Kegiatan program perluasan areal tanam (PAT) komoditi kedelai, kementrian kehutanan memberikan bantuan melalui APBN berupa benih dan pupuk gratis kepada masyarakat hutan MDH yang terwadah LMDH dan perhutani selaku penyedia lahan dimulai pada tahun 2016 hingga sekarang.

Menurut ADM KPH Banyuwangi selatan Ir.Dwidjono Kiswurjanto “Kita hanya menyiapkan areal Calon Petani Calon Hutan (CPCL) semua pembiayayan bersumber dari kementrian pertanian lewat dinas pertanian tanaman panga, dana diberikan dari kementrian langsung kepada petani,” Terangnya.

“kita lebih kepada pendampingan sampai tanaman kedelai berhasil dipanen karena nantinyqa benih itu akan dipakai lagi untuk benih, hari ini kita tanam 839 hektar kedepan akan menjadi 46.000 hektar tersebar diseluruh wilayah regional bahkan mungkin nasional, benih yang ditanam di bwi selatan kembali jadi beni dan benih kita bersertifikat,” Tambahnya

Sementara benih dari luas lahan 310 hektar sudah sampai pada petani, dan saat ini tersedia benih 500 hektar yang nanti bertahap diberikan kepada petani yang tergabung  di LMDH.

Jumlah lahan 839 hektar dari luas tanaman tumpang sari 1.200 hektar, Perhutani menyiapkan lahan pada areal tumpang sari, rata – rata satu tahun 430 hektar dari asal tebangan, peruhatani menanam tumpang sari atau banjar harian tanam pembuka, setiap tebangan diwujutkan menjadi tanaman,

1.200 berasal dari 3 kalitanam yaitu tiga tahun dari  tahun 2015, 2016, 2017. Dari 1.200 hektar lahan yang biswa ditanami sementara 839 hektar  yang memenuhi sarat untuk tanaman kedelai.

Untuk bibit yang diterima, rata rata 1 hetar 50 kilo 40 ton benih yang akan ditanam.

Kesempatan lain, ketua LMDH Supriono menjelaskan,” Kita dapat 77 hektar dari lahan 3.850 hektar, per hektar kita dapat benih 50 kilogram serta bantuan pupuk dan obat, yang sudah kami terima obat pupuk seperti  residium  herfisida dan insek, panen kita setiap tahunnya selalu meningkat pada 2016 sejumlah 2,4 ton perhektar 2017  2,8 ton perhektar.

Penyediaan lahan kawasan hutan oleh perhutani untuk mendukung program kedaulatan ketahanan pangan merupakan teroboson pemerintah guna mencapai ketersediaan pagan yang memadai untuk masyarakat tatkala makin berkurangnya lahan pertanian.

Acara penanaman serentak PAT kedelai tahun 2017 dilaksanakan dipetak 39 RPH Grajagan BKPH Curahjati yang dihadiri oleh Forpimda, Forpinka, Perhutani Divre Jatim, Perhutani KPH Banyuwangi Barat, Adm KPH Banyuwangi Selatan serta jajaran Kades setempat dan LMDH yang berjumlah 150 orang.(Rony).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *