CLURING – Empat kepala desa yaitu Tampo,Sembulung,Plampang,Kaliploso serta kepala sekolah dan pengurus pondok pesantren juga penggerak PKK yang ada di 4 desa, mendukung sepenuhnya upaya Pemerintah Daerah (Pemda), melalui Dinas Kesehatan dalam pencegahan Difteri.
Empat kepala desa dan kepala sekolah juga pengurus pondok pesantren mengikuti kegiatan sosialisasi Outbreak Responze Immunization (ORI) Difteri dibalai desa Tampo kecamatan Cluring. Selasa (06/07/2018).
Kegiatan sosialisasi ORI Difteri yang diselenggarakan PKM Puskesmas Tampo, dan sebagai narasumber Dr.Wili dan koordinator imunisasi Bidan kasiati dan tim PKM Pukesmas Tampo, acara dibuka oleh kepala pukesmas Tampo Tatiek Setyaningsih.
“Adapun tujuan dilaksanakannya sosialisasi ini agar kita semua lebih mengenal tentang penyakit Difteri dan dapat melakukan upaya pencegahan sejak dini serta mensosialisasikannya di instansi maupun di lingkungan masing-masing,” jelas Tatiek Setyaningsih.
Sementara itu, Dr.Wili menjelaskan, Difteri umumnya menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan, serta terkadang dapat mempengaruhi kulit. “Penyakit ini sangat menular dan serius yang berpotensi mengancam jiwa serta akan menyerang pada siapa saja yang tidak memiliki kekebalan tubuh,” ungkapnya.
Difteri lanjutnya, termasuk salah satu penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi difteri, tetanus dan pertusis (batuk rejan) yang dikenal dengan imunisasi DTP.
“Pencegahan maksimal, bagi Balita sebelum usia 1 tahun wajib mendapatkan imunisasi DTP sebanyak 3 kali,” terangnya.
Adapun penyebab Difteri adalah bakteri Corynebacterium diphtheriae. “Penyebaran bakteri ini dapat terjadi dengan mudah, terutama bagi orang yang tidak mendapatkan vaksin difteri. Penularannya melalui udara seperti terhirupnya percikan ludah penderita di udara saat penderita bersin atau batuk,” jelasnya kembali.
“Pengobatan difteri ini, dapat dilakukan dengan 2 jenis obat, yaitu antibiotik dan antitoksin yang dikonsumsi selama 2 minggu,” ujarnya.
Kembali kepala pukesmas Tampo, Tatiek Setyaningsih menerangkan,” kita akan segera adakan imunisasi masal baik disekolah dan pondok pesantren,” ucapnya.(Rny).


Komentar