PURWOHARJO – Terdengar mengglegar suara soundsistem memecah lautan manusia yang menutupi jalan raya, setelah jalan raya terlihat lengang oleh warga yang melihat, munculah pasukan perang yang gagah berani dengan berpakaian ala kerajaan jaman dulu, nah itulah rombongan staf desa Kradenan yang dipimpin oleh Pak Kades Hadi Suwarno, ia mengenakan kostum sang raja dan para staf mengenakan pakaian punggawa. Rombongan itu muncul diawal peserta. Sabtu (15/09/2018).
Gagah saat pak kades Hadi Suwarno berdiri di kereta, ia selalu melambaikan tangan dan menyapa warga yang melihat, di sepanjang jalan yang dilalui ia selalu senyum sapa dan ramah tama tidak ditinggalkan
Carnaval yang dikemas dan bertajuk bineka tunggal Ika itu sebuah pagelaran pawai budaya yang pesertanya harus berjalan sejauh kurang lebih 3 kilometer, peserta diikuti mulai tingkat SD,SMP,SMA dan umum yaitu seluruh dusun yang ada didesa Kradenan, selain itu untuk memeriahkan juga disuport oleh desa tetangga. Pawai budaya itu diikuti oleh 19 peserta Carnaval.
Seperti yang diceritakan oleh Hadi Suwarno Kepala Desa Kradenan saat senggang dan usai acara, menurutnya sengaja Carnaval yang ia selenggarakan tidak dibulan Agustus melainkan September.
“Carnaval ini sengaja kita selenggarakan pada bulan September, agar warga bisa mempersiapkannya.” Paparnya.
Lanjutnya, selain itu pagelaran ini memperingati dalam rangka Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke – 73.” Ujarnya.
Sementara itu peserta Carnaval, Dedi (45) mengaku senang ikut acara ini selain yang ditampilkan sangat bagus, peserta sangat antusias.
“Acara ini spektakuler, sangat meriah dan pesertanya sangat antusias,” terangnya.
Acara yang tidak beda dengan desa lain itu berjalan lancar dan tertib, acara dimulai pukul 13.00 wib sampai selesai. (Rony)


Komentar