oleh

BSI Dukung Polda Jatim Gelar Simulasi Tanggap Bencana

BANYUWANGI – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur menggelar simulasi penanggulangan bencana tsunami di Pantai Mustika Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi. Minggu (06/01/2019).

Kegiatan simulasi melibatkan masyarakat sekitar serta semua unsur kebencanaan diwilayah Banyuwangi seperti TNI, BPBD, BMKG, Tim SAR, Tagana dan PMI.

Tidak hanya itu. Simulasi tersebut juga dihadiri oleh seluruh Kapolres di Jawa Timur, yang memiliki wilayah perairan pantai selatan. Diantaranya kapolres Jember, Bondowoso, Situbondo dan lainnya.

Acara kegiatan simulasi dilaksanakan pada hari sabtu kemarin pukul 09.00 wib, sampai selesai. Acara tersebut dihadiri oleh Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luky Hermawan M Si.

Pantai selatan Jawa memiliki potensi bencana tsunami, untuk itu pemahaman langkah dalam penanganan sangat penting untuk dipahami guna meminimalisir jatuhnya korban,” ucap Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Luki Hermawan M Si.

PT Bumi Suksesindo (BSI) ikut mendukung kegiatan simulasi ini, diharapkan masyarakat lebih waspada dan tanggap saat bencana.

Direktur PT BSI, Cahyono Seto, menyatakan bahwa pihaknya memfasilitasi kebutuhan pelaksanaan simulasi ini agar berjalan dengan lancar dan sukses.

“Kami mendukung program-program yang bermanfaat bagi masyarakat banyak seperti simulasi tanggap bencana.” tegasnya.

PT BSI sudah tidak asing dalam kegiatan kebencanaan, melalui para relawannya yang tergabung dalam Emergency Response Team (ERT), PT BSI terlibat dalam kegiatan penanggulangan bencana seperti di Aceh, Lombok, Palu, Alasmalang Banyuwangi, dan terakhir di Pandeglang, Banten.

Dalam simulasi yang juga dipantau langsung Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, hampir seluruh langkah penyelamatan pasca bencana tsunami dilakukan.

Mulai dari penyelamatan korban tertimbun reruntuhan, penyelamatan korban tersangkut dibatang pohon, hingga aksi heroik TNI AL dan Satpolair saat penyelamatan korban yang terseret ombak ketengah laut.

Tak ketinggalan, peran aktif Forpimka dalam mengimbau warga untuk segera mengungsi sesaat setelah gempa berpotensi tsunami terjadi.

Berdasarkan catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), selama 2018 terjadi 1.999 bencana di Indonesia.

BNPB juga memprediksi jumlah tersebut masih bisa bertambah, mengingat letak Indonesia secara geologi berada di patahan aktif yang menyebar di hampir seluruh wilayah Indonesia. (Rny).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *