BANYUWANGI – Warga berkumpul dipendopo Desa Sembulung Kecamatan Cluring, mereka sengaja diundang datang oleh pihak Desa untuk klarifikasi soal berita pemotongan bantuan yang santer diberitakan oleh salah satu media. Minggu (31/05/2020).
Ternyata, dana tersebut merupakan Bantuan Sosial Tunai (BST) bagi masyarakat yang terdampak Covid-19 yang diberikan pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos).
Bantuan ini diberikan kepada masyarakat terdampak, baik yang sudah atau belum masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) milik Kemensos.
Adapun bantuan sosial tunai yang diberikan sebesar Rp 600.000 setiap bulannya dan akan berlangsung selama tiga bulan.
Namu bantuan yang sudah tersalurkan diduga tidak tepat sasaran, warga yang mendapatakan sebagian orang yang mampu dan tidak terdampak langsung Covid – 19.
Seperti dijelaskan oleh pihak Kecamatan Cluring yang pada saat itu dihadiri oleh Sekertaris Kecamatan Titik Handayani SE
“Data yang dibagiakan kita tidak tau karena itu sensus tahun dulu, jadi kita sama sekali tidak mengerti.” Ucapnya.
Didesa Sembulung bagi warga yang mendapatkan Bantuan Sosial Tunai (BST) Kemensos dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) DD, dipotong sebesar 150 ribu sampai 300 ribu.
Mereka yang mendapatkan bantuan dipotong dan uang tersebut dikumpulkan untuk diberikan kepada warga yang lebih berhak.
Namun ketika permasalahan itu mencuat di media, semua uang yang dipotong dikembalikan lagi kepada yang menerima bantuan. (Rny/JN).


Komentar