Masa dunia dalam ketakutan,kecemasan, dan ketidak pastian karena pandemi yang dinamakan Covid -19. Adalah masa pembuktian bagi orang beriman,berimun dan berilmu. Iman tanpa tindakan seperti melayang dan transparan. Iman dengan pembuktian menjaga imunitas kekebalan tubuh serta mengisinya dengan berbagai macam ilmu yang relevan dengan tuntunan syariat islam bisa diaplikasikan dalam bentuk ibadah.
Seperti yang telah menjadi visi misi Kampung Santri Bali, Membentuk Santriwan/Santriwati yang ber -ahklakul kharimah serta tekun ibadah ,taat dan hormat pada orang tua. Diharapkan lahir dan siap generasi tangguh yang tetap teguh dalam Iman, Ihsan, Islamnya.

Program Mengaji awalnya hanya untuk santri. berdampak kepada orang tua yang juga ingin mendapatkan pengajaran. Semua diprogram dengan konsep Ngaji (baca, tulis,cerita, nyanyi, tauziah, sholat dan berbagi peduli sesama). Apa maksud Ngaji itu bu ? pertanyaan dari santri Affan yang cukup kritis. Dijawab oleh bu guru Yuni “Ngaji itu,menimba ilmu dari guru baik ngaji dunia /akhirat, “jawabnya.
Bukan hanya teori yang diterapkan dalam pembelajaran /ngaji tersebut. Dengan program berkolaborasi antara teori, praktek yaitu melihatnya, meniru,mendengar, membaca, melakukan dan mengevaluasi.

Seperti program yang sudah berjalan hampir satu tahun ini antara lain:
1. Ngaji Santri (senin-Jum’at)
2. Sholat sunah dan wajib, (duha ,jamaah)
3. Buka puasa senin dan kamis
4. Doa yasin tahlil,kamis malam jum’at.
5. Istigosah (kamis mlm jum’at legi)
6. Sedekah Jum’at Berkah(santri dan umum)
7. Santunan yatim/duafa(uang dan sembako)
8. Donasi Pakaian layak pakai
9. Sedekah buah dan sayuran
10. Pemberdayaan wali santri (jual beli hasil kebun sayur)
Memberikan contoh tidak harus selalu teori,praktek bersama santri,wali santri diterapkan di KSB. Santri yang besar selalu menjadi motivator santri dibawahnya. Ada juga lansia yang belajar hijaiyah serta ikut sholat jamaah dengan istiqomah bersama anak/cucunya,bersaing untuk menuntut ilmu baca Al Qur’an. Jumat berkah yang selalu istiqomah pengasuh bekerjasama dengan muhsinin yang menitipkan amanahnya melalui nasi jagung Bu Iis Denpasar dan Rumah Belajar Qur’an Al -Hudi di Jalan Satelit Denpasar yang memberikan sedekah nasi bungkusnya.

Ada lagi tambahan dari muhsinin anggota MT dari Denpasar juga yang menitipkan nasi berkahnya lewat Bunda Uut pengelola lapak kue dan nasi di Pure Demak Denpasar. Iftor puasa senin – kamis dari Rumah Peduli Anissa/Bunda Aliffa dan juga mendapat tambahan iftor hari senin dari Wadah Infaq, dan Kamis malam Jumat dari Nasi Goreng Pak Koco serta Nasi Jinggo Bu Vina Munggu.
Semua berkah yang melimpah adalah amanah para muhsinin/donatur, rejeki bagi para santri serta kaum duafa yang sangat mengharapkan bantuan dari saudara-saudaranya yang mampu dan mau berbagi. Di tengah kondisi ekonomi serba sulit, solusinya adalah sedekah. Tidak harus berupa uang,dengan senyum,fikiran, tenaga, dan juga perhatian bagi sesama sudah merupakan ibadah.

Memberi manfaat, dan jadi obat bagi yang sakit, berbagi ilmu dengan sesama, memberikan ketenangan dan bimbingan sesuai syariat Islam, amar makruf nahi munkar, apapun bisa dikerjakan. Dengan bermodal Tekad Bismillah Kampung Santri Bali terus berbenah ,dan menjadi jembatan menabur berkah, Semoga sesuai amanah dengan segala keterbatasan dan kekurangan .Kiranya semua bisa disempurnakan oleh Sang Maha Agung Allah SWT. Jihad Fisabilillah menggapai dan mencari Ridla Nya. Kampung Santri Bali, Siap bermitra dan menyampaikan amanah. Catatan Ngaji malam Jumat (28/01/20121). (Ambarwati Soenarko)


Komentar