oleh

Menengok Nasib Seniman Bali di Era Pandemi

example banner
Spread the love

Dampak pandemi covid -19 sangat terasa dimana-mana,mulai dari kalangan  atas, menengah, bawah semua terdampak. Krisis ini dimulai sejak setahun yang lalu awal pandemi dimulai. Dampak terparah yang dirasakan saat ini oleh masyarakat /penduduk yang berdomisili di Pulau Bali. Sebagai icon pariwisata Indonesia didunia Internasional, Pulau Bali memang saat ini seperti sedang sakit parah, koleps, bahkan semua sektor pariwisata yang berimbas  perekonomian, sosial, budayanya.

Tidak lagi terdengar tetabuhan gamelan dari tiap banjar,iringan upacara bak karnaval  disetiap sudut desa adat juga hilang. Pojok desa, jalan utama ,lingkar poros kota yang penuh dupa bunga dan canangnya lenyap entah kemana.  Semua geliat budaya  upacara tradisi,yang biasanya memukau siapa saja hanya bisa dinikmati sesekali lewat jika memang dirasa perlu dan terbatas saja dengan jumlah minim dan angka yang sederhana.

Melihat ke sudut lain dari penghuni pulau Dewata ,sebut saja kelompok seniman/artis asal Banyuwangi/Jalen Genteng yang ejsis bertahan disana ada beberapa nama,seperti Basugiart (Beni Auladi Sugiarto) seniman lukis tinggal di Munggu-Prerenan Badung.Juga ada Moh. Jumalis/Kang Alis (exs karyawan Rip Curl Bali) yang saat ini tinggal di pulau Singkep Denpasar.

WhatsApp Image 2021-03-02 at 11.05.13

Seperti yang dialami beberapa seniman lukis asal Banyuwangi, Jember, Malang, Surabaya, Bandung kepakuman disektor pariwisata berimbas buruk untuk pelaku seni,bisnis, ekonomi,juga pedagang kaki lima.

Saat semua rekan menyelamatkan diri pulang balik kekandang sampai menunggu pulihnya keadaan,ada nilai kejujuran dan keistimewaan yang diambil sebagai sikap oleh mereka yang bertahan di masa prihatin ini. Bertahan dengan kemampuan yang ada ,kembali memulai dengan sabar, serta terus berusaha mencari peluang untuk memenuhi kebutuhan hidup,begitu yang disampaikan oleh Kang Alis ,ditemani istri setianya juga dua putra-putrinya dengan suguhan teh hangat dan buah naga.

Didukung semangat keluarga kecilnya di Bali ini, Kang Alis terus produktif melukis dan melahirkan karya . Ini sebenarnya hobby yang ditekuni dan juga pekerjaan lama sebelum bergabung dengan RipCurl Bali (sekarang sudah risaignt). Menawarkan kembali lukisan karyanya kepada beberapa fihak seperti pemilik Gallery Kampung Painting Batuan Sukawati /Erwan S.Juga kepada ibu Ayu /Gallery Bulan Ayu Celuk Sukawati. Alhamdulillah meski harga tidak normal tapi masih bisa kembali modal, Ada rejeki seberapa pun saat ini adalah suatu Keajaiban. Harga lukisan yang biasanya kisaran 5-10 juta saat ini hanya bisa disepakati 50% dengan alasan Gallery juga masih menunggu pembeli/kolektornya.

Seperti yang disaksikan sendiri oleh penulis ,Kang Alis yang hari itu Minggu, 28-02-2021, menerima order 10 lukisannya diborong oleh Gallery Kampung Painting mengantar sendiri dan bertemu ownernya di Batuan Sukawati (Erwan .S)

Pertemuan sore itu, penyerahan 10 lukisan karya Kang Alis disaksikan oleh beberapa seniman lukis, Rossa AD,Enting, Widodo, dan juga beberapa seniman lokal yang biasa nongkrong du Gallery Kampung Painting.

WhatsApp Image 2021-03-02 at 11.05.12

Hal senada juga diungkapkan oleh Erwan S. Owner  Kampung Painting yang juga pengusaha kuliner/Warung Kampoeng Pandawa, serta usaha travel agent, saat ini saya sedang belajar alih usaha jadi petani semangka ,cabai juga produsen ikan segar di Banyuwangi dengan karyawan yang dipercayakannya disana .”Saat ini semua bidang usaha saya yang berkaitan dengan wisata termasuk persewaan mobil,sepeda,villa juga terimba, “ imbuhnya.

Kang Alis yang sudah menerima rejeki hari itu ,bergegas mohon diri pulang kerumahnya untuk kembali berjibaku dengan cat,kanvas,dan juga peralatan lainnya,menjemput order Gallery Bulan Ayu. Semangat luar biasa ,terlihat dari Kang Alis.. “yo mbok, ulan ngarep wong wadon arep lairan,kudu golet sangu lan biaya !…(ya mbak bulan depan istri akan melahirkan,harus cari bekal dan biayanya). Itu kalimat yang mengakhiri pertemuan dengan keluarga Kang Alis, seniman lukis yang bertahan tinggal dan eksis dimasa krisis.

Semoga semua cepat berlalu,dan situasi bisa normal ,seluruh mahluk yang ada diatas permukaan bumi berdoa bumi bisa berseri dan pandemi cepat pergi. Semangat Kang Alis,semua usaha tidak akan sia-sia… MAN JADDA WA JADDA..Catatan seorang teman dipulau singkep (Ambarwati Soenarko).