Bulan Sya’ ban persiapan bagi kaum muslim untuk memasuki bulan penuh magfirah-Nya yaitu Ramadhan. Tinggal hitungan hari lagi meninggalkan Sya’ ban menuju Ramadhan.
Saat penuh introspeksi dan koreksi diri bagi yang belum memaksimalkan ibadah ditahun sebelumnya, sekalipun disibukkan urusan duniawi, ukhrawipun harus diperhitungkan.
Bukan sekedar nilai untung ruginya saja tetapi pertimbangan hakiki tentang hak dan kewajiban kepada Sang pemberi kehidupan yaitu, Yang Maha Hidup ( Al- Hayyu).

Membayangkan bagaimana kita membayarkan hutang yang belum terlunasi kepada pemilik kehidupan, sementara kontrak sudah habis (roh meninggalkan jasad/mati), lewat jalan apa bisa memperbaikinya kembali?Apakah pernah terfikirkan oleh kita. Kisah tersebut dalam hadist riwayat pernah penulis baca saat ada dialog dialam kubur bahwa sang mayat jika bisa dihidupkan kembali akan memperbaiki ibadahnya (syahadat, sholat, puasa, zakat, haji dan amal sedekah).
Rupanya bagi para insan kamil yang peka kisah tersebut memang jadi alasan untuk berlomba dalam hal kebaikan.

Pasutri, Aini Cahyani Sjarifudin-Aleksander Potkonjak ini yang menginspirasi penulis membagikan cerita Jumat berkah 02 April 2021.
Sebuah pesan WA masuk hari kamis,01-04-2021 tertulis. ” Assalamualaikum wr wb bagaimana kabarnya semoga sehat selalu, kami ada niat bayar fidyah berupa nasi bungkus yang bisa diambil untuk disalurkan pada yang membutuhkan, titip pada ibu ya, disiapkan jam berapa ada 90 nasi bungkus bisa diambil dialamat sbb: Catering Fauziah, jl Halmahera belakang Masjid An Nur Denpasar Bali.
Pesan singkat tersebut, seperti mengingatkan penulis untuk berbagi kebaikan ,karena masa seperti ini saat pandemi dan ekonomi tidak stabil,orang sering melupakan ibadah yang tercatat sebagai hutang pada masa lalu( ramadhan sebelumnya).
Sementara Islam sebagai agama rahmatan lil alamin, memiliki hukum fiqih yang teratur dan fleksibel sangat memudahkan hal apapun bagi kaumnya. Hal yang sering tidak disadari karena memang tidak terlihat,kecuali bagi yang beriman maka akan sungguh -sungguh melaksanakan tuntunan seperti tauladan Rasululkah Nabi Muhammad SAW.
Fidyah, adalah tebusan/ kewajiban bayar hutang, bagi mereka yang memiliki hutang puasa dibulan Ramadhan. Disini seperti yang diketahui jika ada muslim yang tidak melaksananakan puasa karena sakit, dan halangan lainnya maka bisa menggantinya dengan cara membayarkan fidyahnya. Adapun fidyah itu berupa memberikan makan dan minum senilai satu hari(3x) kepada orang lain. Jika punya hutang puasa 7 hari dikalikan 3= 21x harga makan minum.
Untuk nilai disesuaikan kemampuan yang bersangkutan.Misalnya si fulan selama bulan puasa yang lalu ada hutang puasa 10 hari, dan selama masa 1 tahun sebelum ramadan yang akan datang tiba, dia tidak bisa mengganti puasanya dengan ibadah puasa lahir karena halangan lain-lain.
Maka cara penghitungannya untuk membayar hutang dengan cara ke 2 yaitu bayar fidyah senilai @10.000×3=30.000. Hutang si fulan total jika dibayarkan cara fidyah adalah= 30.000×10 hari, maka jumlah fidyahnya fulan 300.000.
Hal tersebut bisa dibagikan kepada yatim -piatu, duafa, janda, fakir miskin atau orang yang membutuhkan.
Jika fidyah terlunasi maka lepaslah/gugur kewajiban orang tersebut terhadap hutangnya dipuasa ramadhan lalu, sehingga bisa menjalankan Puasa Ramadhan yang akan datang.
Kembali untuk mengambil ibrah dari hikmah fidyah yang diingatkan Allah SWT, melalui pesan SMS WA yang diterima penulis tersebut agar kaum beriman berusaha membereskan urusan hablum minallah (semoga ini bisa menjadi hidayah bagi kita) sebelum bulan sya’ban mengucapkan god bay dan ramadhan menunggu dengan ucapan welcome.
Mari bersegera benahi diri,lunasi hutang puasa kita atau juga lunasi hutang apapun pada sesama terutama juga masalah hutang janji, yang pasti akan terbawa sampai dunia kekal/akhirat nanti.
Jangan terpeleset keneraka dengan akibat sengsara yang kekal selamanya, tidak ada satu cara apapun bisa menebusnya.
Fidyah pasutri hamba Allah inisial A-A tersebut disalurkan pada santri di batuan sukawati, seniman lukis batuan, santri dan warga KSB Munggu Badung.
Alhamdulillah nasi bungkusnya enak, isinya nasi pulen, mie goreng,kering tempe, sambal bajak, ayam goreng, rendang hati sapi. Yang khas masakan melayu, kaya rempah.
Semua penerima fidyah dihari Jumat Berkah tersebut mengucap syukur, berterimakasih dan mendoakan kepada pasutri hamba Allah A-A yang telah memberikan rejekinya senantiasa diterima amal pahala sedekah, juga dilancarkan rejeki, urusan dunia akhiratnya, keluasan dan kedalaman cinta kasih bagi sesama.
Mengisi bulan Sya’ban dengan tingkatkan ibadah fardu dan sunah, perbanyak zikir, shalawat dan tilawah, tebarkan sedekah dan infaq semampu dan ikhlasnya, jelang masuki ramadhan digerbang magfirah dengan bergiat dan bersaing amar makruf nahi munkar, nilai ibadah semata karena Allah .
(Muhasabah, Ibrah, Hikmah Inshaa Allah Bismillah Ambarwati Soenarko).


Komentar