oleh

KERAJINAN COBEK DAN ULEG-ULEG YANG MASIH LESTARI DI DESA LABANASEM KABAT

Banyuwangi, Minggu (18/04/2021), Abdul Hadi mungkin adalah satu dari beberapa orang pengerajin cobek dan uleg-uleg kayu yang masih tetap aktif melestarikan usaha dan keterampilan turun temurun yang ada di desa Labanasem kabat. Pria yang tinggal di dusun Krajan Barat desa Labanasem Kabat itu sudah menekuni usaha turun temurun pembuatan cobek dan uleg-uleg berbahan kayu itu sejak 2015, setelah sebelumnya pernah juga mencoba menjadi peternak bebek namun tidak berhasil. Ahirnya Abdul Hadi mencoba beralih profesi sebagai pengerajin cobek dan uleg-uleg berbahan kayu. Yang sebenarnya Kerajinan atau usaha pembuatan cobek dan uleg-uleg berbahan kayu tersebut merupakan usaha yang sesungguhnya sudah sejak lama ada didesa Labanasem. Dari usaha pembuatan perkakas dapur yg terbuat dari kayu tersebut,Abdul Hadi mampu mengajak 5 orang tetangga dan saudaranya untuk membantunya dalam pengerjaan usaha tersebut.

IMG-20210418-WA0095

Diangkat menjadi Kadus sejak 2016 tidak membuat Abdul Hadi menghentikan usaha pembuatan cobek dan Uleg Kayu yang sudah ditekuninya. Karena Abdul Hadi sadar betul usahanya tersebut bukan saja melestarikan tradisi temurun namun juga terasa membantu perekonomian keluarga dan orang-orang terdekatnya. Bagaimana tidak dengan hasil pengiriman usaha pembuatan cobek dan uleg dari kayu tersebut ia mampu mengirim ke Bali, Surabaya dan Madura. Namun sejak adanya pandemic covid 19 dengan adanya pembatasan dan sebagainya,mulailah Usaha Abdul Hadi tersebut mengalami berbagai kendala. Permintaan pasar yang menurun, naiknya harga dasar bahan, dan lain lain. Yang pada ahirnya ia hanya mampu melayani pengepul local saja. Dari penghasilan bersih sebelum pandemic perhari Abdul Hadi mampu mendapatkan keuntungan bersih 250 hingga 300 ribu namun setelah pandemic terjadi mengalami penurunan sekitar 150 ribu per harinya.

Disinggung soal bantuan UMKM maupun Pelatihan Kewirausahaan, Abdul Hadi mengaku belum pernah mendapatkannya. Justru yang pernah ia dapatkan adalah Pelatihan Kewirausahaan dari pemerintah Pasuruan yaitu Pengolahan Limbah Kayu. Namun ia juga menyampaikan bahwa ke depannya Pemerintahan desa Labanasem akan membentuk sejenis kelompok-kelompok usaha UMKM yang rencananya akan dikoordinir dan dinaungi Bumdes Labanasem. Sehingga harapannya pelaku-pelaku UMKM didesa Labanasem dapat lebih berkembang nantinya. Semoga terealisasi.(Basoeki Mohamad)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *