Selama 27 hari mengisi safari Ramadhan 1442-H,Kampung Santri Bali yang menggiring para santri beserta orang tua melaksanakan ibadahnya dengan kegiatan mengaji pagi,siang,sore dan berbuka puasa bersama dengan iftor dan takjil gratis setiap hari,sholat jamaah magrib -isya’ serta melanjutkan shalat sunah taraweh, dan tadarus .
Meskipun dengan keterbatasan dan situasi pandemi,tidak menyurutkan semangat dan tekad santri berjuang mengejar ilmu dan menambah ibadah mengejar Ridhla Allah SWT.

Pemahaman tentang makna bulan suci Ramadhan,benar-benar diterapkan mulai dari teori berisi kultum/tauziah, menambah porsi bacaan Alqur’an dengan bertadarus,shalat taraweh dan yang berkesan bagi mereka adalah saat berbuka bersama. Jika ifthor yang disiapkan berupa nasi box dan takjil ice cup.. maka kue basah dan cake bisa dibawa pulang. Sementara jika ifthor hasil kreasi para bunda akan terlihat piring ingke/lidi berjajar dengan nasi berhias lauk-pauk sayurannya, krupuk juga sambal.
Bunda zahro, nenek wawa, bunda habibi, bunda lisa, dan bu sri yang menjadi seksi konsumsi mengatakan bahwa apapun yang disiapkan selalu habis. Anak santri tidak rewel dengan makanan yang ada. Semua iftor selalu habis dan bersih. Bapak Fahri dan pak Affan sebagai bidang perlengkapan dan dokumentasi ,juga bangga dengan santri yang menjalankan ibadah di Mushalla Ar -Raudlah KSB.

Tepat malam ke- 27, pelaksanaan Khotmil Qur’an, sebagai penanda telah khatam tadarus yang dilaksanakan menjadi moment berkesan bagi semua jamaah. Seluruh santri berdoa dan selesai berbuka bersama, serta shalat jamaah, dilanjutkan pembagian Al Qur’an dan Iqro’ sarung, mukena, beras serta tali asih bagi seluruh santri.
Di penghujung acara santunan diberikan pada yatim, janda, duafa berupa beras dan uang santunan.
Untuk donasi Al- Qur’an dan Iqro’dibagikan Ustazd Widodo, Mukena diberikan oleh ibu Zahra, Sarung dibagikan oleh pak Fahri, uang tali asih oleh pak Affan. Sementara santunan diberikan pada yatim duafa oleh Ustazd Widodo dan Bu Zahra. Semua donasi berasal dari hamba Allah yang memberikan dengan ikhlas kepada pengasuh Kampung Santri untuk keperluan para santri belajar agama dan beribadah khusysnya dibulan Ramadhan ini.

Donasi Al Qur’an dan mukenah serta snack biskuit diberikan oleh Bunda Dewi dari Krobokan, sembako, nasi box, sarung dan uang santunan adalah donasi dari beberapa hamba Allah yang menitipkan amanahnya kepada Pengasuh.
Antara lain, Wandra restu siyan artis musisi Banyuwangi, Bunda Nunung Dalung, Bunda Santi Denpasar, Bunda Rawi Denpasar, Erwan S. Galery Kampung Painting Bali, Wahyono driver Banyuwangi, Bunda Abimanyu Munggu, Bunda Anindya Munggu, Pak Rudi Canggu.
Semua donasi tersebut dibagikan kepada santri yang rajin aktif istiqomah mengikuti Safari Ramadhan Kampung Santri Bali 1442-H. Selain itu untuk yatim,janda duafa juga mendapatkan santunan.
Diiringi salawat nabi acara santunan berjalan khidmat dan haru.
Semua yang berada di Mushalla Ar-Raudlah KSB berdoa mengharapkan mendapat malam lailatul qadar dan tidak melewatkannya. Menutup dengan doa dan kufrotal majlis, berfoto bersama, menunggu 3 hari lagi persiapan malam takbiran dan menyongsong shalat Idhul Fitri para panitia merapatkan barisan menyusun acara yang dinantikan seluruh jamaahnya.
Kopi hitam, kue sumping, getas, onde-onde, tahu isi, setia menemani taraweh, tadarus. Donasi dari bunda Uut Monang Maning dan ice cup takjil donasi bu Susanti Pemogan, akan menjadi saksi dihari kemudian bukti penerapan ibadah dan janji iman dari para hamba Allah yang cinta kepada sesama dan sang pencipta.
Dari Kawasan Cemagi by pass Tanah Lot-Ambarwati Soenarko.


Komentar