Babak grand final lomba musik Patrol di warung Kemarang pada hari ini yaitu diikuti oleh 3 grup Mbah Gandrung dari singojuruh Kharisma Blambangan dari Cungking dan Joyokaryo dari singotrunan. Babak penyisihan ini dilaksanakan di bawah Omprok Gandrung yang terbesar di dunia yaitu di warung kemarang dengan alamat Jalan Perkebunan kalibendo Km 5 Tamasuruh Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi yang nantinya akan berkeliling di warung kemarang mulai dari bawah Omprog Gandrung kemudian diparkiran dan berakhir di Pendopo induk Osing Warung Kemarang dengan tetap didukung oleh DKB, KOPAT, GBOT dan RAVI Minggu (08/05/21)
Dalam grang final kali ini dihadiri oleh Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Banyuwangi M. Yanuarta Bramuda, M.Si. Dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan festival Patrol 2021 grand final Liga malam ini dan 2 besok pada kesempatan hari ini akan melihat lomba denfan protokol kesehatan karena covid belum berakhir jadi perlu dipahami.

“Di India Cluster seperti ini sangat banyak makan korban, teman-teman tolong didengarkan ya, di India terjadi karena orang tidak pakai masker dan orang menganggap mereka menganggap bahwa vaksin sudah cukup, semua orang dibebaskan untuk melakukan ritual. Jadi hari ini peringatan buat kita satu lagi kemarin terjadi di Sumatera yang kemarin terjadi di Sumatera Cluster budaya kumpul-kumpul ada ritual selamatan mangan bareng akhirnya 50 orang langsung covid. Jadi hari ini sebetulnya teman-teman kuncinya kegiatan kita boleh dilakukan asal protokol kesehatan yang dijalankan maskernya jangan sampai dilepas kunci awalnya gitu Jadi yang kedua ojo sampai peluk-pelukan, salaman sudah yang sementara ini belum belum bisa dilakukan ya, yang ketiga yang paling diperhatikan cepat pulang sedapat mungkin yang bawa tas bawa macam-macam semprot dengan hand sanitaiser, “pesan Bramuda.
Beliau menambahkan hari ini Patrol yang luar biasa berbeda dengan tempo dulu, sebetulnya kalau dia orang entertain orang yang senang melihat tontonan.
“Saya setuju yang model-model sekarang sudah sekarang adalah bagaimana menjadi sesuatu yang bisa dinikmati, hari ini adalah kami melihat sesuatu yang bisa dinikmati dan salah satunya nanti masuk juara 1 akan ditampilkan di silaturahmi online sekarang, nggak boleh ada open house nggak boleh ada halal bihalal, nanti akan ketemu sama kawan-kawan di Australia di Amerika dengan hari ini yang masuk final Tampilkan ditonton oleh budaya lama dengan keinginan itu yang saya sampaikan Insya Allah semoga ini menjadi budaya kita, “pungkasnya.

Penamilan pertama yaitu dari grup Kharisma Blambanfan Cungking. penampilan pertama ini memiliki ciri khas tersendiri yaitu berpakaian kuning dengan penutup kepala seperti mirip ada kuncungnta ke atas. Dengan pemusik yang juga bergerak kesana kemari dengan lincahnya dengan vokal seorang gadis suara merdu menyanyikan lagu religius puasa dengan bahasa osingnya untuk membangunkan sahur.
Grup Mbah Gandrung dari Singojuruh tampil dengan gerak gesit para penabuhnya sambil menari dengan membentuk berbagai formasi dengan vokalis lagu osing religius membangunkan untuk sahur dan sholat dengan custom hijau-hijaunya.

Tampil terakhir yaitu dari grup musik petrol Joyo Jaryo Singotrunan tampil dengan lagu osing religius tentang lailatul qidar malam seribu bulan. Rupanya grup Singotrunan ini banyak membawa supporter sehingga teriakan untuk mendukung terasa ramai.
Untuk nanti malam Senin grand final yang kedua ajan tampil dari Pengamen Jalana dari Dinas Sosial Banyuwangi dan Grup Jajang Selaras dari Lateng sekaligus nanti diumumkan grup mana yang memeroleh juara. (Sayuri)


Komentar