oleh

Tahlil Mengenang 100 Hari Kepergian Sang Maestro, H. Mozes Misdy

Spread the love

Langgar Art mengadakan Tahlilan 100 Hari Mengenang Maestro Lukis Mozes Misdy, tahlilan diharapkan sebagai penghormatan kepada maestro pelukis yang pernah dimiliki Banyuwangi, Mozes Misdi, 83 tahun, pembacaan doa tahlil dipimpin oleh Gus Nur Jagat Sholawat yang diikuti 50 orang, juga dihadiri Seniman dan Budayawan.

Sebelum acara ditutup jelang buka bersama Hasan Basri, Ketua DKB menyampaikan beberapa kesan dan pesan karena merasa sangat kehilangan sosok yang sangat berdedikasi tinggi menyumbangkan karya luar biasa untuk Banyuwangi tercinta ini.

“Sebagai penghargaan atas jasa-jasanya , atas nama Dewan Kesenian Blambangan turut berdoa semoga beliau almarhum tenang dialam sana. Ia menilai Mozes sebagai seniman yang getol mengangkat derajat kesenian Banyuwangi. Mozes adalah seorang seniman legendaris , yang telah mengabdikan dirinya , seluruh hidupnya untuk dunia yang sudah menjadi pilihannya, pelukis profesional, turut mengaharumkan Banyuwangi dikancah nasional bahkan internasional. Nama Mozes Misdy merupakan seniman kreatif yang sudah mengabdikan dirinya di dunia seni lukis profesional lebih dari 60 tahun. Dari rekam jejaknya itu Mozes merupakan seniman yang legendaris menjalani proses kreatifnya dengan melukis yang khas, menggunakan palet diatas kanvas dengan ketebatan cat minyak berlapis-lapis, bukan kuas seperti kebanyakan, cukup produktif bermain palet diatas kanvas sejak sejak masih muda hingga akhir hayatnya, “tambah Hasan.

IMG-20210510-WA0081

Puluhan seniman dan budayawan Banyuwangi bersilaturahmi untuk menggelar pembacaan doa untuk mengenang 100 hari kepergian sang maestro Mozes Misdy. Tahlilan diadakan di Yayasan Langgar Art Banyuwangi 10/5/2021, dihadiri para perupa Banyuwangi, tokoh, budayawan, Hasan Basri ( ketua DKB ) , Saefudin Mahmud (Ketua PWI Banyuwangi ) , Fatah Yasin Noor , Aekanu Hariyono, Yon DD, Kjn. IlhamPanjiblambgn, Abd. Azis dan sahabat seniman lainnya .

Tahlil yang dirangkai dengan buka bersama ini diselenggarakan oleh Langgar Art ini dimulai pada Jam 16.00 dengan diawali pembacaan doa tahlil untuk almarhum yang dipimpin oleh Gus Nur Jagat Sholawat

Meski berjalan dengan sederhana, acara tersebut juga menjadi ajang silaturahmi para perupa dan pelaku seni lain dengan beberapa budayawan lainnya di Banyuwangi.

IMG-20210510-WA0084

Gus Nur mendoakan, semoga amaliah almarhum dibalas limpahan samudera maghfirah, rahmat, inayah, ridho Allah SWT. Selain itu, semoga almarhum juga mendapatkan syafaat Rasulullah Saw. “Semoga, Almarhum Khusnul Khotimah,” doanya.
Tahlil 100 harinya ini sebagai bentuk penghormatan kepada mendiang, yang telah tutup usia untuk selamanya, pada bulan Pebruari lalu .Beliau sudah tenang di alam sana.

” Semoga acara tahlil ini sebaga ikhtiar kirim doa semoga arwah almarhum ditempatkan disisi terbaik oleh Allah swt dan keluarga yang ditinggalkan selalu tegar diberi ketabahan dan kekuatan oleh Allah swt,” tambah Gus Nur.

Kami mengadakan doa tahlil, karena masa pandemi Covid-19, acara doa bersama hanya dihadiri sahabat seniman dan budayawan lainnya, ujar Imam Maskun pimpinan Langgar Art membuka sambutannya,

Mengikuti protokol kesehatan, Imam Maskun mengatakan sudah menyediakan alat pengukur suhu tubuh , tempat cuci tangan dan tetap pakai masker.

” Semoga acara tahlil ini sebagai ikhtiar kirim doa arwah kepada almarhum agar ditempatkan disisi terbaik-Nya dan keluarga yang ditinggalkan selalu tegar diberi ketabahan dan kekuatan oleh Allah swt,” katanya.

Imam Maskun atas nama pribadi dan seniman lukis menyampaikan doa agar almarhum diampuni dosa-dosanya, diterima amal baiknya. Mozes bukan hanya pelukis yang terkenal juga sebagai sebagai maestro perupa nasional. Mozes merupakan satu seniman yang masih aktif berkesenian dari usia muda sampai menjelang ajal menjemputnya masih aktif membimbing generasi penerus pelukis Banyuwangi, tambahnya. Ia menilai Mozes sebagai Inspirator dan motivator bagi pelukis-pelukis muda , tidak pelit ilmu sangat berperan mendorong kemajuan seni budaya di Banyuwangi.

Menurut Abd. Azis 57 tahun, “Pak Mozes salah satu guru terbaik, beliau mau membimbing dan memberikan seluruh ilmu serta kepedulian nya terhadap seniman muda, “kata Azis.

Insya Allah wafatnya Pak Mozes ini akan terus memotivasi teman-teman untuk bisa terus melahirkan generasi penerus, Ia menilai Mozes sebagai seniman yang getol mengangkat derajat kesenian Banyuwangi, berperan mendorong kemajuan seni rupa di kota gandrung ini , hal itu di amini oleh Windu Pamor
” Semoga acara tahlil ini sebagai kirim doa para seniman Banyuwangi , agar arwah almarhum ditempatkan disisi terbaik oleh Allah, “harap Windu.

“Semoga 100 hari meninggalnya Pak Mozes ini sebagai serangkaian upaya kirim doa , agar amal kebaikannya diterima disisi-Nya. Salah satu guru terbaik, beliau mau membimbing dan memberikan seluruh ilmu serta kepedulian nya terhadap seniman muda “, kata Windu.

Sebagai penghargaan atas jasa-jasa almarhum Mozes Misdy yang dikenal sebagai seorang pelukis aset putra daerah yang sudah mengharumkan nama Banyuwangi di kancah seni rupa nasional bahkan internasional. (Ilham Triadi)