oleh

Pelaku Seni Barong Banting Setir Karena Pandemi

Spread the love

Dengan berlakunya physical distancing yang terdampak Covid-19, banyak pelaku seni yang dengan terpaksa menutup segala aktivitasnya. Kondisi seperti ini juga berlaku bagi para pelaku seni yang dengan segala keterbatasannya untuk mengalihkan profesi nya. Untuk beralih profesi ke bidang lain, memang butuh perhatian khusus dalam menghadapi tantangan baru bagi para pelaku seni, begitu pula yang dirasakan oleh Suripto yang dulu nya beliau adalah pemilik group seni *Singo barong* yang berdomisili di Kelurahan Singotrunan Bnyuwangi.

Situasi yang menuntut untuk beradaptasi dengan kondisi baru agar bisa membuka kemungkinan bisa mengakali situasi yang serba sulit. Tantangan ini juga beliau anggap dapat memberi kesempatan untuk berinovasi dan berharap bisa memberikan pundi pundi pemasukan saat semua pintu pertunjukan barongnya dilarang tampil karena dapat menimbulkan kerumunan massa.

IMG-20210609-WA0085

Beberapa waktu kemarin sebelum Pandemi group *Singo barong* biasa nya tampil seminggu bisa 3 x dgn berpindah pindah tempat, namun saat pandemi banyak job job yang dibatalkan karena tidak mendapatkan ijin keramaian dari pihak aparat pemberi ijin. Mulai dari sinilah banyak para pelaku seni khususnya Kang Suripto mulai berkelimpungan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

Suka tidak suka akhirnya Suripto yang biasa Kang Surip barong membanting setir untuk terjun ke dunia Kerajinan yakni membuat miniatur truk oleng dan sedikit hasilnya untuk menyambung kebutuhan hidupnya sehari hari.

“Suka tidak suka akhirnya Saya yang  membanting setir untuk terjun ke dunia Kerajinan yakni membuat miniatur truk oleng dan sedikit hasilnya untuk menyambung kebutuhan hidup sehari hari, “ungkap Suripto.

Lokasi outlet Nya ada di Jalan MH Thamrin (Kuburan Bendo) Kelurahan Pengantigan. (Hariyanto)