oleh

Masyarakat Sejahtera Alamnya Lestari

Spread the love

Apa dibenak anda jika disebut kata “madu”? berbagai macam persepsi orang mengistilahkan madu membuat kita jadi semangat membahas tentang madu. Berbicara masalah madu murni setiap orang pasti mahfum bahwa kandungan dari madu murni tersebut sangat bermanfaat untuk kesehatan dan itu juga yang diajarkan Rasulullah, Nabi Muhammad Shollalahualaihiwadallam, jika kita menderita sakit obatilah dengan minum madu.

Membahasmadu pasti tidak lepas dari peran binatang lebah atau tawon. Berbagai macam jenis tawon /lebah bisa diklasifikasikan menurut jenis nektar yang menghasilkan kandungan madu mengenai testur madu, rasa, warna (kepekatan) dan sifat keasaman atau bisa dalam keadaan manis, sedang atau bahkan pahit. Ada lebah jenis apis melifera, apis dorsata, apis cerana dan Trigona, yang diantara yang disebutkan tadi memiliki ciri khas masing masing, hinggap di pohon tertentu di alam bebas (liar) atau juga hingga di tempat bikinann manusia. Lebah jadi salah satu binatang yang spesial diantara beberapa ragam binatang dimuka bumi yang jumlahnya sulit dihitung.

IMG-20210609-WA0124

Bahkan dalam Al Qur’an juga disebutkan pada surat An Nahl ayat yang ke 68-69 (QS.16 )” Dan Tuhanmu mengilhamkan kepada lebah, “Buatlah sarang di gunung – gunung, di pohon pohon kayu, dan tempat tempat yang dibikin manusia.

Selanjutnya di ayat yang ke-69 disebutkan.

” Kemudian makanlah dari segala (macam) buah-buahan lalu tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu).”Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam- macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sungguh, pada yang demikian itu benar benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang orang yang berfikir.

IMG-20210608-WA0070

Sekarang ini sangat sulit membedakan madu asli (murni) dengan madu SOS (Sintetis, Oplosan dan Sirupan) karena kemiripan warna, jenis dan rasa hampir tidak jauh berbeda. Banyak orang yang memanfaatkan ketidaktahuan seseorang mengenai pengetahuan tentang madu itu sendiri, akhirnya menggunakan cara cara kurang terpuji dengan mencampur madu murni dengan bahan lain sehingga menghasilkan madu yang tidak baik dan tidak cukup kandungan khasiatnya.Waspadalah!!!, Hari Selasa, 8 Juni 2021 di siang yang terik itu disebuah dsn yang bernama Karangrejo Utara, kec.Wongsorejo, Banyuwangi tampak kesibukan peternak madu apis milefera sedang panen madu di sebuah lahan kebun singkong milik warga setempat. Area tersebut dikelilingi pohon randu (kapuk) yang mulai keluar putik bunganya sehingga mengundang sekumpulan lebah ini untuk membuat sarang diantara ratusan kotak kayu ukuran 60×40 cm.

Untukmenghasilkan madu berkualitas, sangat dipengaruhi oleh peternak yang sudah banyak asam garam beternak madu, karena disamping hidup peternak madu ini berpindah pindah (nomaden) dari satu lokasi ke lokasi lain yang jarak nya berjauhan, menggunakan feeling penentuan titik lokasi pun itu bukan jaminan, melainkan ada ilmu khusus memilih lokasi yang tepat dari turun temurun bisa menjadi jaminan membentuk koloni lebah madu yang baik…bahkan sangat baik. Tidak mudah memang. Kami berhasil menemui salah satu pemilik usaha deres madu ini yang bernama pak Zaini. Beliau berkisah mengenai usaha beternak madu ini dirintis mulai 7 tahun lalu bersama sang mentor pak Kowor yang sudah lebih lama sekitar belasan tahun bergelut didunia madu apis milefera ini.

IMG-20210608-WA0071

Tinggaldi sekitar desa Wongsorejo, pak Zaini menceritakan suka duka berternak madu ini, mulai susahnya ketika paceklik tiba setiap 6 bulan sekali, musim hujan dan angin kencang yang sangat mempengaruhi hasil panen, modal yang kurang mencukupi untuk perawatan, biaya karyawan dan ongkos pengiriman ke luar kota tidak sebanding dengan modal yang dikeluarkan di awal.Sukanya ketika panen tiba, bisa berbagi ke sejawat, dan jika harga cocok terus ada orang yang beli dalam jumlah banyak, pundi-pundi mengalir yang tidak bisa dipandang sebelah mata adalah ikut peduli melestarikan alam adalah kesenangan yang tak terberi. “Intinya semuanya saya jalani dengan ikhlas. Niat baik melestarikan alam dan faktor tuntutan ekonomilah yang membuat bertahan, “ujar Zaeni.

Ditambahkan pak Zaini, edukasi cara budidaya lebah madu yang baik dan benar ke masyarakat luas akan berdampak bermunculannya peternak lebah yang peduli alam agar tetap terjaga dan lestari sehingga hasil panen madunya bisa melimpah. Disamping itu mengedukasi masyarakat untuk mengetahui madu murni secara organoleptik dan asal muasal madu itu sendiri sangat penting. Juga menghadirkan madu murni ditengah- tengah masyarakat dan bisa dipertanggungjawabkan keaslian nya juga tidak boleh dipandang remeh untuk menghindari madu SOS (sintetis, oplosan dan sirupan).

Terakhir Ia berpesan tiap orang diharapkan bersaing secara sehat, istilahnya anda sakit ini ada obatnya yaitu madu. Ditempat terpisah pemerhati madu asal kecamatan Purwoharjo, BUDY AMBOYNA menuturkan jika pedagang madu sebaiknya harus paham benar dari mana madu yang dijual tersebut berasal. Lebih baik lagi jika paham proses deres madu dari peternak langsung, pasti konsumen madu akan semakin percaya tentang barang dagangannya. Ditambahkan pria Asli dari Lamongan ini bahwa pedagang madu itu harus jujur tentang barang dagangannya terutama madu yang sekarang ini sangat sulit untuk membedakan mana yang asli (murni) dengan madu yang sudah dicampur bahan lain sehingga tidak memiliki khasiatnya sama sekali.

Pak Budy juga menceritakan tentang pengalaman dahulu sewaktu mengunjungi salah satu kota di wilayah Jawa Timur, dimana jenis dan rasa madu itu dipengaruhi oleh faktor kontur tanah, tanaman disekilingnya, juga cuaca /iklim daerah sangat menentukan rasa khas madu itu sendiri. Dia mencontohkan madu apis miliefera asal Wongsorejo Banyuwangi sangat baik jika dikonsumsi karena nektar dominanya berasal dari pohon randu semi singkong, cirinya warna madunya tampak coklat terang, beraroma multifora. Karena di daerah Wongsorejo tanahnya cenderung keras, cuacanya sering panas dan angin yang sedikit kencang, sehingga mempengaruhi kualitas madunya, berdampak bagus untuk madu, sehingga kadar air nya lebih sedikit sekitar 20-21 % penampakan cairan madunya terlihat lebih kental cenderung manis rasanya.

Di akhir penjelasannya pak Budy berharap masyarakat harus cerdas memilih madu yang murni, dan waspada terhadap pedagang madu SOS (sintetis, oplosan dan Sirupan). Agar masyarakat aman mengkonsumsinya dan terhindar dari hal hal yang tidak diinginkan.

“Dan ingat pesan dari pihak Inspirator Lebah Madu Indonesia (ILMI) agar mengarahkan pemburu lebah liar dikawasan Hutan Negara (apis dorsata, cerana dan Trigona) agar membentuk kelompok tani hutan agar melaporkan dan meminta izin kepada pihak terkait dalam hal ini instansi Kehutanan/KPH/Perhutani (KLHK/Dinas Kehutanan Provinsi agar kegiatannya dalam kawasan hutan bisa legal serta bisa mendapatkan pelatihan pengelolaan lebah madu secara lestari, sebagai contoh mengarahkan Pemburu lebah Trigona jika mengambil sari madunya untuk tidak menyikat/menebang habis pohonnya, agar siklus alami alam tetap terjaga dan lestari, jaminan masyarakat sejahtera dinaungi keberkahan, ” pungkasnya.

Leo Prada