oleh

SMPN 3 Rogojampi dan PGRI MANFAATKAN BARENG EKS P&K Rogojampi

Spread the love

Setelah melalui pertemuan maraton yang intensif antara Kepala SMPN 3 Rogojampi dan Ketua PGRI Kecamatan Rogojampi maka tanggal 10 Juni ditandatangani para pihak Kesepakatan Nota Kesepahaman di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi berikut para saksi termasuk mengetahui Plt Kadispendik dan Ketua PGRI Kabupaten Banyuwangi.

“Selanjutnya bagaimana merawat untuk bisa terus bawa manfaat buat dunia pendidikan, ” tutur Drs. Suratno, M.Pd diamini Sudarman, S.Pd.,  M.Pd.

Pengawas Drs. H.Mastur,M.Pd. saat tasyakuran di eks bangunan yang nantinya untuk kelas atau kegiatan ekstra peserta didik SMPN3 itu, Sabtu (19/6/2021).

IMG-20210619-WA0085

“Bagaimana juga bisa menjaga keindahan dan kebersihannya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa lewat jasa guru, karena semua keluarga besar dunia pendidikan, ” ungkap mantan guru dan KS ini seraya tak tanya tehnis dan batas dari yang disepakati.

Kepala SMPN 3 Rogojampi, Hj. Rika Wulandari, SE. paparkan sebelum Kadis TTD, para pihak sudah konsultasi ke intern lembaga maupun silaturahmi ke penasehat hukum yang menangani sengketa yang melibatkan banyak guru,

“Kami restui setelah mengalami 5 kali perbaikan redaksional, ” tutur Bu Rika menirukan sikap KH.Ir.Achmad Wahyudi, MH.

Sedang Sujito, S.Pd, M.Pd. selaku Ketua PGRI Kecamatan Rogojampi sampaikan,”Mari jangan lihat riak-riak masa lalu yang tahunan, kita melihat ke depan untuk masa depan anak bangsa, ” ungkap guru olahraga SMPN 1 Rogojampi yang juga Ketua Perbasi ini.

IMG-20210619-WA0087

Ditambahkan oleh Tukiman, S.Pd. bahwa di sertifikat atas nama SMPN 3 Rogojampi itu berdiri bangunan iuran dari guru-guru SD yang diantara mereka ada yang sudah pensiun bahkan meninggal. Berdasarkan kajian bidang aset BPKAD maka Sekda Banyuwangi tetapkan SMPN 3 untuk mengelolanya.
Sebelum pimpin doa, bendahara Komite Ust. Abdullah Chumaidi yang mayoritas anaknya sekolah di SMPN 3 Rogojampi beri taushiah bahwasannya barang siapa yamg sambung silaturahmi dan beramal di tempat pendidikan, amal sholehnya terus mengalir selama amal jariyah terus beri kemanfaatan.
Sebelum ramah tamah tumpeng pecel pitik dan krawuan, ditandai penyerahan berkas nota kesepahaman tersebut antara Ketua PGRI Kecamatan dan Kepala SMPN 3 Rogojampi. Yang berbahagia dan bersyukur atas kesepakatan berbagi pemanfaatan antara SMPN 3 yang dulunya SKKP Negeri Rogojampi dan untuk Kantor PGRI adalah pimpinan Satkordikcam Rogojampi, Drs. H. Suwardi, M.Pd.

“Saya ini alumni SMPN 1 tahun 1976 dan anak saya alumni SMPN 3, ” ungkap mantan KS di Kabat dan Pengawas hampir 17 tahun yang kantornya menempati sebidang dengan SDN 1 Lemahbangdewo.

IMG-20210619-WA0088

Sementara itu, pemerhati pendidikan, kesehatan dan seni budaya Agus Wahyu Nuryadi saat ditanya media ini tentang ishlah yang saling memahami ini menyambut baik.

“Memang perlu sabar, ikhlas dan bijak. Guru harus bisa digugu dan ditiru, tak elok di mata masyarakat dan peserta didik bila ada perilaku yang kurang mencerminkan kepribadian bangsa. Seluruh bangunan di atas tanah yang aset negara, berarti bukan milik pribadi yang bisa diwariskan, ” tutur Ketua Komunitas Gotong-royong’45 ini sambil tambahkan di era PPDB zonasi serta keterbatasan SDM ASN maka SMPN 1 dan 3 yang dulunya satu sertifikat kok bisa digabung sebagaimana banyak SDN yang merger, ini bagus juga untuk menuju sekolah standart nasional yang syaratkan jumlah peserta didik dan luas sekolah.

“Negara juga hemat anggaran ada Satu KS dan KTU, ” pungkas penggiat rakom dan UMKM. (Bung Aguk)