oleh

Pemkab Banyuwangi Gelar Istigasah dan Tahlil “Banyuwangi Berdoa”

Spread the love

Acara doa bersama yang didukung oleh Artos Kembang Langit diikuti oleh sejumlah kalangan diantaranya Forpimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, Kepala Dinas, Kepala Sekolah , ASN di lingkungan Pemkab Banyuwangi dan masyarakat umum secara virtual memanfaatkan aplikasi Zoom Meeting. Istigasah dan Tahlil “Banyuwangi Berdoa” tersebut juga ditayangkan secara langsung melalui YouTube channel Pemkab Banyuwangi, Senin ( 12/7/2021 ).

Katib Syuriyah PCNU Banyuwangi Kiai Sunandi Zubaidi, didaulat sebagaiIMG-20210713-WA0003 moderator acara doa bersama ini, sedangkan Istigasah dan tahlil dipimpin oleh KH. Mukhdlar Atim.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof. Dr. KH. Said Aqil Siraj , mengajak lewat tausiahnya secara virtual, “Mari Kita sikapi dengan mencapai doa dan munajat keselamatan, bertaubat, berusaha Istiqomah dengan istighfar, menaati dan menjauhi larangannya. Kurangi berkerumun, berkumpul di dalam keluarga,” ujar Said Aqil.

Ketua PBNU itu mengajak warga Banyuwangi untuk taqarub (mendekat) kepada Allah SWT ditengah pandemi Covid-19.

” Ditengah pandemi ini, kita semua harus bertaqarub, mendekat, kepada Allah SWT. Dengan taqarub ini kita berharap segala macam penyakit di tengah pandemi ini, segera diangkat oleh-Nya,” ungkapnya.

IMG-20210713-WA0000

Salah satu caranya adalah dengan berdzikir.

“Dengan dzikir itulah, kita memanjatkan doa, Dzikir merupakan ajaran dalam Islam yang telah dianjurkan oleh para ulama dalam kehidupan ini, “imbuhnya.

Ia menyebutkan beragam tingkatan zikir itu sendiri. Mulai dari zikir asma (menyebut nama Allah), zikir sifat (menyebut sifat Allah), dan zikir dzat (menyebut dzat Allah).

“Kita sikapi dengan mencapai doa dan munajat keselamatan, bertaubat, berusaha Istiqomah dengan istighfar, menaati dan menjauhi larangannya. Kurangi berkerumun, berkumpul di dalam keluarga,” ujar Said Aqil.

Ketua PBNU itu berharap, dengan adanya kegiatan ini dapat melindungi para kiai, pemimpin, dan seluruh warga Indonesia khususnya warga NU dalam penularan Covid-19 di Indonesia.

“Ya Allah, angkatlah wabah ini dari kita semua, sembuhkan penyakit kita, kepada yang sakit disembuhkan. Kepada yang belum kena semoga tidak tertular,” ungkap Said Aqil.

Sementara Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas mengajak warganya untuk melakukan doa bersama supaya pandemi Covid-19 dapat segera berakhir. Ini menjadi pelengkap segala usaha yang sudah dilakukan oleh Pemkab Banyuwangi dalam berikhtiar.

“Ini semua merupakan ikhtiar kita bersama. “Mari kita bersama-sama berdoa kepada Allah SWT agar pandemi Covid-19 ini bisa segera berlalu,” ujarnya.

Hingga saat ini, kata Ipuk, ikhtiar mengakhiri pandemi Covid-19 terus dilakukan Pemkab Banyuwangi dengan berbagai cara. Mulai mengintenstifkan vaksinasi, penambahan bed untuk penanganan pasien Covid-19, menyiapkan tempat isolasi terpusat, maupun penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di kabupaten ujung timur Pulau Jawa. Upaya lain juga terus dilakukan. Salah satunya dengan mengintensifkan edukasi pencegahan penularan Covid-19 kepada lintas elemen,” Mari kita lindungi diri, keluarga, dan orang-orang terdekat dari bahaya Covid-19 dengan berdisiplin prokes,” pungkasnya.

Sebagai akhir acara doa dipanjatkan oleh Rais Syuriyah PCNU Banyuwangi KH. Zainulloh Marwan dan Rektor IAI Darussalam Blokagung Banyuwangi KH. Abdul Munib Syafaat.(Ilham Triadi)