oleh

WORKSHOP OPTIMALISASI PERAN PKBM DALAM PENINGKATAN IPM

Bappeda Banyuwangi menyelenggarakan workshop optimalisasi peran PKBM dalam peningkatan IPM dengan melibatkan semua stekholder dengan tema “penguatan peran PKBM dalam penyelenggaraan program AKSARA” yang dilaksanakan secara Virtual bertempat di Ruang Lantai I Bappeda Banyuwangi. Selasa, (13/07)
Narasumber dalam kegiatan ini Suratno, S.Pd. M.M. (Plt Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi), Drs. Sulihtiyono, M.Pd, (Ketua Dewan Pendidikan Kab. Banyuwangi), dan Tri Erwandi (Kepala BPS Banyuwangi). Acara di Pandu oleh Khoirul Hidayat, S.STP, Kasub Pendidikan dan Kesehatan. Sambutan selamat datang dan pembukaan acara. Amir Hidayat, SKM, M.Si, Sekretaris Bappeda Banyuwangi.

IMG-20210713-WA0046

Peserta Worksop optimalisasi peran PKBM dalam peningkatan IPM terdiri Kepala Dinas Kependudukan & Pencatatan Sipil,  Para Kepala Satkorwildik se-Kab. Banyuwangi, Para Penilik Sekolah se-Kab. Banyuwangi,  Para Pimpinan PKBM se-Kab. Banyuwangi, Para guru PAUD dan Pendidikan Dasar yang hadir.

Tujuan kegiatan ini sebagai media untuk menghimpun saran, masukan dan usulan dari perwakilan PKBM, Tim AKSARA, Guru SUARGA dan stakeholder terkait dengan pelaksanaan pendidikan kesetaraan dan program AKSARA, Outpunya : pertama teridentifikasinya kondisi riil tentang kendala dan permasalahan dalam pelaksanaan pendidikan kesetaraan,  kedua, Dirumuskannya alternatif solusi serta usulan perencanaan program dan kegiatan dalam rangka mendukung pelaksanaan pendidikan kesetaraansecara berkelanjutan.

Menurut Amir Hidayat pendidikan merupakan prioritas utama dalam pembangunan daerah di Kabupaten Banyuwangi, yang diarahkan untuk peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan yang berkualitas, berkarakter, bermoral dan berakhlak mulia. Namun demikian, Pendidikan menghadapi tantangan berat di masa pandemi Covid-19 ini. Kualitas paket pembelajaran program AKSARA, Akselerasi Sekolah Masyarakat harus terus ditingkatkan, dengan proses belajar yang inovatif, tidak membosankan, dan tetap mengikuti prokes di saat masa pandemi ini.

IMG-20210713-WA0047
Amir Hidayat menambahkan bahwa kita tetap optimis, kita mampu mengatasi berbagai tantangan ini. Masa pandemi Covid-19 dapat kita jadikan momentum untuk mengoptimalkan peran semua stakeholder pendidikan di Banyuwangi, untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), meningkatkan Indeks Pendidikan. IPM Banyuwangi tahun 2020 sebesar 70,62, meningkat dari tahun 2019 sebesar 70,59. Kita bersyukur meskipun di tengah pandemi, ekonomi menurun tetapi IPM tetap mengalami peningkatan.

“Insya Allah melalui inovasi yang ada rata-rata lama sekolah Banyuwangi dapat diakselerasi untuk meningkat dan Indeks Pembangunan Manusia juga akan meningkat. Kolaborasi adalah kunci, keberhasilan pembangunan pendidikan merupakan tanggung jawab bersama ,berat jika dikerjakan sendiri, tetapi menjadi ringan dengan melibatkan semua lini; masyarakat, swasta, hingga akademisi. Kami memahami, tidak ada hal istimewa yang dilakukan dengan cara biasa-biasa saja. Kami bersama Bapak Ibu semua, bisa melakukannya, ”Pungkas Sekretaris Bappeda Banyuwangi.

IPM bidang pendidikan atau Indeks Pendidikan, dihitung dari 2 komponen, yaitu Harapan Lama Sekolah dan Rata-rata Lama Sekolah. Harapan Lama Sekolah Kabupaten Banyuwangi tahun 2020 sebesar 12,8 tahun, artinya lamanya sekolah yang diharapkan akan dirasakan oleh anak Banyuwangi di masa mendatang adalah selama 12,8 tahun atau setara perguruan tinggi, dan Rata-rata Lama Sekolah Banyuwangi sebesar 7,16 tahun, artinya rata-rata penduduk Banyuwangi yang berusia 25 tahun ke atas telah menempuh pendidikan selama 7,16 tahun atau setara kelas VIII;

Amir Hidayat menegaskan jika SDM Banyuwangi harus meningkat, tidak boleh ada anak usia sekolah yang putus sekolah. Banyak inovasi pendidikan yang sudah dilakukan Pemkab berkolaborasi dengan banyak pihak dengan program:
1. Aksara (Akselerasi Sekolah Masyarakat), menggerakkan masyarakat usia 23-58 tahun yang belum lulus sekolah untuk kembali sekolah. Tidak hanya Jajaran Pendidikan tetapi juga seluruh Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), ASN, tokoh masyarakat, tokoh agama, TNI, POLRI, BUMN, pelaku usaha, yang bergerak bersama-sama untuk meningkatkan rata-rata lama sekolah dengan sasaran sejumlah 660.774 orang.
2. Sekolah Asuh Sekolah untuk mengurangi disparitas Pendidikan.
3. Gerakan Daerah Angkat Anak Muda Putus Sekolah (Garda Ampuh), gerakan menjaring anak yang berhenti sekolah dan mengajaknya kembali ke kelas.
4. Uang saku pelajar kurang mampu, uang saku yang diberikan tiap hari bagi para pelajar yang kurang mampu agar semakin giat bersekolah.
5. Beasiswa Banyuwangi Cerdas, Beasiswa yang diberikan kepada pelajar Banyuwangi yang ingin melanjutkan kuliah tetapi tidak mampu secara ekonomi
6. Banyuwangi Mengajar, mengajak para lulusan perguruan tinggi untuk mengabdikan ilmunya dengan mengajar anak usia sekolah di wilayah pelosok Banyuwangi.
7. Terbaru program kolaborasi Dinas Pendidikan dan Dispenduk → Lulus Bawa Ijazah Plus, siswa lulus, selain membawa ijazah juga membawa KK yang telah diupdate.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi “ berharap seluruh warga Banyuwangi yang berusia 25 tahun keatas yang belum menyelesaikan pendidikan SD, SMP, atau SMA, wajib mengikuti pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B atau Paket C. Setelah lulus dari pendidikan kesetaraan maka agar dicatat by name by address untuk disampaikan kepada BPS, kepada Pemerintah Provinsi dan Pusat untuk menjadi perhitungan rata- rata lama sekolah.

Kesimpulan dari kegiatan ini bahwa Dinas Pendidikan, Dewan Pendidikan, para Camat, Satkordik Kecamatan agar melakukan monitoring untuk memastikan pelaksanaan di lapangan dilakukan dengan baik-baiknya. Semua pihak terkait turut aktif dalam penanganan anak putus sekolah dengan target tidak ada anak putus sekolah di Banyuwangi, turut berperan aktif dalam peningkatan kualitas pendidikan. Jika ini bisa kita lakukan, peningkatan akses dan kualitas Pendidikan Banyuwangi bisa segera diwujudkan. (Miskawi Kebangsaan).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *