oleh

Perwakilan Mahasiswa Tergabung Dalam Forum Cipayung Plus Banyuwangi, Menggelar Aksi Di depan Kantor Pemkab Banyuwangi

Spread the love

BANYUWANGI – Tuju Perwakilan mahasiswa lintas organisasi yang tergabung dalam Forum Cipayung Plus Banyuwangi, menggelar aksi di depan kantor Pemerintah daerah Banyuwangi. Jumat (23/7/2021) selang beberapa menit perwakilan mahasiswa boleh masuk ke Pemkab adakan audensi di Aula minakjinggo dengan sekda Banyuwangi.

Perwakilan ke 7 mahasiswa Nauval Witartono, mahasiswaa UNAIR Banyuwangi Mereka meminta pemerintah daerah Banyuwangi mengevaluasi terkait kebijakan PPKM Darurat yang diperpanjang menjadi PPKM level 4 di Banyuwangi, menilai, kebijakan tersebut justru semakin memperburuk keadaan ekonomi masyarakat.

Menurut mereka, tingkat keberhasilan PPKM di Banyuwangi sendiri terbilang tidak jauh berbeda dari sebelum penerapan dilakukan.

Dan Kami meminta ini dievaluasi. Kebijakan mematikan lampu jalan dan penutupan jalan sudah sejauh apa dampaknya. nyatanya kasus Covid-19 di Banyuwangi terus meningkat, apa lagi memperpanjang PPKM justru akan menyengsarakan masyarakat,” kata Nauval Witartono.

Kata Nauval, keputusan untuk memperpanjang PPKM tersebut merupakan langkah yang diambil oleh pemerintah. Kata dia menilai, beberapa kebijakan yang diterapkan selama PPKM tidak substansial dan cinderung disorientasi.

Salah satunya Seperti pemadaman lampu yang sudah memakan korban. Kemudian bantuan kepada masyarakat khususnya kalangan bawah yang nominalnya tidak sebanding dengan kerugian yang diakibatkan pembatasan aktivitas selama PPKM,” imbuhnya.

Ia bersama mahasiswa di Banyuwangi menuntut agar Pemkab segera berbenah. “Ya kami kecewa karena tidak bisa bertemu langsung dengan Bupati atau Wakilnya. Meski sudah ditemui Bapak Mujiono selaku Sekda. Namun dalam urusan kebijakan bersama ini bukan menjadi wilayah Sekda untuk menanggapi, ujar Nauval.

Sementara, Sekretaris Daerah (Sekda) Mujiono mengaku akan segera melakukan evaluasi. Pihaknya menyatakan akan mengevaluasi kembali kebijakan PPKM seperti mematikan lampu penerangan jalan umum (LPJU) sebagaimana masukan mahasiswa.

“Akan kami bandingkan. Selama LJPU dimatikan, angka kecelakaan berapa besar dibandingkan dengan sebelum kebijakan mematikan LPJU diterapkan,”kata Sekda Mujiono.

Menyoal permintaan melibatkan mahasiswa kedalam Satgas Covid-19, Mujiono akan mempertimbangkan hal tersebut. Namun, saat ini pihaknya lebih membutuhkan bantuan tenaga kesehatan (nakes) sebagai tenaga vaksinator dan mendukung pengecekan tensi.

“Ya nanti hasil evaluasi akan disampaikan. Barang kali teman-teman dari perguruan tinggi bisa membantu untuk mendata vaksinasi, kami welcome sekali,” katanya.

Lanjut, Mujiono Sedangkan soal besaran dana bansos kompensasi Covid-19, untuk sementara Pemkab memberikan bantuan Rp 300 ribu kepada masing-masing sasaran. Namun tidak menutup kemungkinan jika jumlah besaran dan target sasaran juga diperluas dan ditambahkan lagi.

“Soal vaksinasi teman-teman mahasiswa luar daerah yang kuliah di Banyuwangi sebenarnya nanti bisa diupayakan. Harapan kami ke depan, teman-teman yang ber-Kartu tanda Penduduk (KTP) luar Banyuwangi juga bisa mendapat vaksinasi,” kata Mujiono. (Jaenudin)