oleh

WISATA PEMANDIAN AIR PANAS BLAWAN BONDOWOSO

Membahas Pariwisata Di Indonesia memang seakan tiada habisnya, mulai Sabang yang berada di ujung barat dan Merauke diujung sebelah timur tersimpan kekayaan alam eksotis tersohor sampai luar negeri. Seperti halnya provinsi Jawa Timur yang menyimpan potensi pariwisata bernuansa alam. Siapa yang tidak kenal kawah Ijen (Ijen Crater) sebagai icon pariwisata 2 kabupaten, Bondowoso dan Banyuwangi karena letak geografis dari keberadaan kawah Ijen ini berbatasan antara kedua kabupaten ini, Bondowoso sebelah barat dan Banyuwangi sebelah timur.

Akses Jalan menuju Kawah Ijen ini pun sangat mudah dijangkau baik dari kota Bondowoso , juga Banyuwangi. Ada salah satu tempat wisata unik di daerah ini yaitu pemandian air panas. Letaknya jalan menuju kawah Ijen, tepatnya di PTP XII Nusantara Kebun Blawan , kecamatan Ijen, kabupaten Bondowoso. Sumber air panas ini berasal dari gas bumi yang mengandung kawah belerang. Air panas ini berwarna bening kekuningan dan sedikit berbau belerang. Panasnya bisa mencapai 30°-45° Celcius. Wisata Air Panas ini masuk Fsn Blawan, desa Karang Anyar, kecamatan Ijen, kabupaten Bondowoso. Jika anda dari kota Bondowoso untuk menuju ke wisata ini jaraknya lebih kurang 60 km, dan jika dari arah kota Banyuwangi lebih kurang 48 km, melewati rest area Paltuding (akses ke kawah Ijen). Ditempat pemandian air panas ini terdapat kolam berbagai ukuran , ada 3 lokasi kolam dengan kedalaman yang berbeda. Satu yang berbentuk oval dengan luas 2x 3 meter memiliki kedalaman 60 cm, dan untuk ukuran bulat diameter 2-3 memiliki kedalaman 110 cm. Satu lagi berbentuk segi panjang kira kira seluas 2 x 5mtr. Dan untuk ukuran panasnya bisa di pilih sesuai selera. Berada diketinggian 1200 DPL udara di kawasan ini terasa sejuk dan segar , ada beberapa gazebo disekitar kolam, sebagai tempat berteduh pengunjung yang datang.

IMG-20210822-WA0048

Ditempat ini juga disediakan bilik untuk ganti pakaian dan juga terdapat toilet yang bersih. Hari Minggu siang yang cerah, tanggal 22 Agustus 2021 kami bertemu pengelola pemandian air panas ini yang bernama Dul Aziz (42 th), yang sebelumnya menolak kedatangan kami karena memang situasi masih PPKM , akhirnya dengan dengan ramah bersedia memberi kesempatan kami untuk sekedar berbincang.

Pak Aziz, demikian nama panggilannya bertutur bahwa kondisi PPKM ini sangatlah berpengaruh terhadap okupansi pengunjung yang datang, ketika sebelum pandemi biasanya rata rata ada 100-150 orang yang datang, tapi sekarang turun drastis dikisaran belasan orang. Kami sempat melihat ada beberapa ibu ibu dan anaknya yang sedang berendam air panas ini, yang ternyata warga sekitar RT 2 RW 9 yang memang ada perlakuan khusus sebagai bentuk perhatian pengelola dengan tetangga sekitar.

IMG-20210822-WA0051

Lebih lanjut pak Aziz bercerita bahwa di area ini masih ada lagi 17-19 titik dengan panas mencapai 45°Celcius. Pak Aziz menambahkan , jika tamu yang datang mengendarai mobil, disediakan parkir yang luas dapat menampung puluhan kendaraan, pun demikian parkir untuk kendaraan roda 2 yang sudah ada atapnya.

“Air panas ini di samping berguna untuk menghilangkan capek dan pegal juga sangatlah berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit, mulai asam urat, gatal, rematik dan lain lain, “ungkap Azis.

Jam buka mulai jam 5 pagi sampai jam 5 sore. Di akhir pembicaraan pak Aziz mengatakan semoga pandemi ini segera berakhir dan PPKM ini segera usai agar wisata pemandian air panas ini bisa lagi dibuka untuk umum. (Leo Prada)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *