BANYUWANGI- Biar di guyur Hujan para Seni tradisional Jaranan Buto Kabupaten Banyuwangi selatan, memang sudah menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat.”Perkembangan kesenian tari kuda lumping itu dari hari ke hari makin pesat, kreativitasnya juga semakin berkembang dengan memadukan banyak kreasi seni lainnya. Minggu (12/9/2021).
Para penari muda sebagai penerus juga semakin banyak bermunculan, suguhan tari Jaranan Buto yang energik membuat penggemarnya baik anak-anak maupun orang dewasa selalu terpesona dan tidak beranjak sebelum pementasanya usai.
Seperti yang tampak saat Grup Kesenian Jaranan Buto “Ular Putih” dibawah pimpinan Cak Gandhu tampil di dusun Pasembon desa Sambirejo, kecamatan Bangorejo, kabupaten Banyuwangi.
Antusiasme penonton terlihat begitu tinggi walaupun dibawah guyuran hujan mereka tetap bersemangat memberikan aplaus saat para penari melakukan berbagai atraksi.
“Sejak pandemi Covid-19 kita memang tidak bisa melihat pertunjukan seperti ini mas, aturan prokes serta penerapan PPKM Darurat membuat kita rindu dengan pementasan-pementasan kesenian tradisional yang biasanya bisa kita saksikan saat ada orang menggelar hajatan,” ungkap Lipah (36) warga setempat.
“Semoga Pandemi Covid-19 ini segera usai dan kita semua juga bisa lagi menikmati pertunjukan seni tradisional seperti sediakala ya mas, Amin” imbuhnya.
Begitupula dengan yang disampaikan Cak Gandhu, pimpinan grup seni tradisional Jaranan Buto “Ular Putih” yang juga dikenal sebagai salahsatu dagelan kondang bumi Blambangan itu mengatakan, jika dirinya dan anggota grup seninya saat ini hanya berusaha bertahan ditengah krisis ekonomi akibat Pandemi Covid-19 yang berkepanjangan.
“Memang selama Pandemi Covid-19 ibaratnya kita telah berpuasa sekian lama, belakangan ini pementasan kitapun hanya terbatas satu dua jam saja, itupun kita juga tetap menghimbau agar penonton wajib mengikuti protokol kesehatan Covid-19, ya intinya pinter-pinter kita menyiasati sajalah.” tuturnya.
“Walaupun harus dengan cara ngamen seperti ini demi dapur anggota grup saya tetap ngebul apapun tetap kita jalani dengan ikhlas, kita tidak boleh menyerah, semua harus terus bersemangat demi kelestarian seni budaya tradisional kebanggaan kita semua, ” Pungkas Cak Gandhu dengan senyum khasnya.(Jaenudin)


Komentar