Suatu budaya akan terus hidup ,dan berkembang seiring perjalanan sejarah kehidupan manusia. Nilai budaya yang mampu bertahan dan terus dilestarikan tentunya yang sesuai dan diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat tanpa meninggalkan dasar filosofinya.
Jika suatu budaya dianggap sudah tidak relevan ataupun kurang diminati dan dimengerti oleh penerusnya biasanya akan hilang dengan sendirinya,karena ketidak mampuan memelihara juga bergesernya nilai sosial menjadi individualistis.
Gaya hidup dan lingkungan perkotaan cenderung mengabaikan nilai luhur dari kebudayaan itu.Sedangkan didaerah perdesaan masih kuat nilai gotong royong,kebersamaannya membuat budaya komunal tetap terjaga dan terawat. Misalnya suatu pekerjaan didesa/karya. Seluruh warga desa otomatis akan memberikan sumbangan yang terbaik bagi keperluan tersebut.
Tradisi jenang sapar yang dilaksanakan di Kampung Santri Bali memang dijadikan satu dengan malam jumat legi doa istigosah diwarnai santunan dan yatiman .

Pergantian bulan Muharram ke Safar, Rabu pungkasan serta malam Jumat legi pas dijadikan moment bersedekah menyatuni duafa dan yatim. Memberikan santunan uang tunai dan sembako/beras. Diharapkan dari filosofi jenang sapar yang terdiri dari tiga macam ( jenang candil, jenang mutiara, jenang sumsum, disiram santan )merupakan gambaran perjalanan kehidupan yang beraneka warna ( kuning, merah, putih) dengan segala macam bentuknya berupa godaan dunia besar kecil dan berwarna warni semua berlandaskan kesucian dan keberanian yang disiram dengan kenikmatan kehidupan /kejayaan.
Filisofi jenang sapar disampaikan ustazd widodo, agar manusia selalu bersyukur dalam kondisi apapun saat sulit dan bamyak hambatan hanya boleh berdoa dan minta tolong pada Allah azza wajalla dengan sepenuh iman. Menutup acara dengan santunan yatiman berbagi sembako setelah menikmati tumpeng pecel pitik ,krawu pakis dan cramcam timun jagung klapa, tempe bacem, krupuk udang.

Serasa dikampung halaman, adat tradisi diwarnai doa keselamatan,diamini semua santri dan jamaah wali santri,mengharap pertolongan dan ridha Allah SWT. Semoga pandemi segera berlalu, agar semua kehidupan bisa berjalan dan pulih normal.
Mengakhiri acara, dibagikan berkat nasi kotak, jenang candil, dan snack serta susu murni segar.
Berakhir dengan tutup doa keselamatan semua santri dan walinya pulang kerumah masing-masing dengan membawa berkat dan berkah doa yang inshaa Allah diijabah Allah SWT. Jumat, 16-9-2021 (Ambarwati Soenarko)


Komentar