Pemandangan Waroeng Kemarang sedikit berbeda dari biasanya, Roemah adat ramai dipadati anak anak dari Roudharul Atfal (RA) untuk mengikuti cara membuat kue Kucur dan onde onde atau Cooking Class (Kamis 23-09-2021). Anak-anak RA Baiturrahman tampak asyik membuat kue Kucur dan Onde onde, anak anak dibimbing oleh 2 orang guru klas tentang tata cara membuat Kue Kucur dan Onde onde.
Kue Kucur dan Onde onde adalah makanan khas masyara Osing yang rasanya enak dan praktis untuk dibuat dengan bahan-bahan yang mudah dibeli di toko toko diantaranya : Terigu, Tepung beras, Gula aren, Gula pasir dan garam. Dengan bahan-bahan yang telah disediakan sebelumnya, anak-anak RA Baiturrahman sangat bersemangat membuat kue Kucur dan Onde onde sambil melihat Cheff Shinta, Cheff Vinda, Cheff Sandi dan Cheff Wahyu mempraktekkan bagaimana membuat kue Kucur dan Onde onde yang nikmat dan halal.

Bertempat di Rumah adat Waroeng Kemarang, anak anak dibagi beberapa kelompok dengan didampingi 1 Cheff satu klompok. Meja meja yang telah disediakan bahan bahan membuat kue mulai dicampur dan diaduk aduk oleh anak anak yang memperagakan membuat kue Kucur dan Ode onde bak sebagai seorang cheff profesional.
Ririt Meirianto selaku pemilk waroeng Kemarang turut terjun membimbing anak anak untuk membuat kue Kucur dan Onde onde agar rasanya enak.
Ririt menjelaskan “Kegiatan Cooking Class yang diadakan di waroeng Kemarang harus mematuhi protokol kesehatan walau di Banyuwangi status PPKM nya sudah dari level 4 turun ke level 1, selain semua siswa dan guru pembimbing nya wajib memakai masker dan cuci tangan sebelum masuk rumah adat, para wali murid yang ikut mendampingi anak-anaknya pun diperlakukan sama, “ungkap Ririt.
Jumlah siswa RA Baiturrahman yang ikut kegiatan Cooking Class dibagi menjadi 4 hari yaitu Selasa 21 s.d Jumat 24 September 2021, hal ini dilakukan untuk menghindari kerumunan orang di waroeng Kemarang. Anak anak terlihat gembira dan menurut Vio orang tua salah satu siswa.
“Kegiatan Cooking Class ini sangat bagus karena melalui kegiatan ini setiap anak didik dikenalkan dengan proses membuat kue disamping itu mereka juga dididik untuk berkreasi dan saling bekerjasama antar siswa dalam satu kelompok, “tuturnya.

Menurut Riska dan Dini selaku guru kelas mengatakan dalam kegiatan cooking class ini anak anak diajarkan,
Mengenal rasa yaitu kue yang mereka buat rasanya manis, gurih atau hampar.
Mengenal warna yaitu kuenya berwarna merah, hijau atau warna apa sesuai seleranya.
Mengenal matematika yaitu kalau buat kue kucur menggunakan bahan terigu nya berapa gram, garam berapa sendok, gulanya berapa gram atau campuran air nya berapa cc. Berkereasi yaitu : Mengenalkan nama nama bahan yang akan diperlukan, setelah itu diajarkan cara memasak nya sampai menjadi kue.
Acara Cooking Class ini sangat seru, ini terlihat di wajah anak-anak dan para guru guru nya serta wajah para wali murid yang ikut mengawal anaka anak mereka. Kegembiraan mereka semakin bertambah ketika makanan yang mereka buat telah selesai dan siap untuk dimakan bersama-sama.
Anak-anak RA Baiturrahman merasa terhibur mengikuti kegiatan ini dan sebelum kegiatan ditutup, mereka semua menyantap sepiring nasi goreng dengan lauk yang bergizi dan menyehatkan.
(Hariyanto)


Komentar