Gerakan Pilah Sampah dari Rumah menjadi tema World Clean Day (WCD) tahun ini. Mengingat masih dalam pandemi Covid-19, sehingga kegiatan aksi bersih bersih ini dilakukan dari rumah masing-masing yaitu masyarakat melakukan pemilahan sampah di rumah kemudian dikumpulkan dan dibawa ke Bank Sampah untuk ditimbang. Dan hasil dari penimbangan sampah ini bisa di tukarkan dengan emas mini.
Kegiatan WCD tahun ini Tim Core Banyuwangi mengadakan acara talkshow di Waroeng D’lakon Jalan Borobudur 4 Kelurahan Taman Baru, dengan menghadirkan narasumber dari Eco Enzim, Bank Sampah Banyuwangi, dan Emas Mini Ceria Sabtu (25/09/2021).

Kegiatan ini mengedukasi masyarakat bahwa sampah organik bisa di manfaatkan untuk membuat eco enzim dan pupuk organik serta sampah anorganik yang bisa di tabung di bank sampah dan di tukar menjadi emas mini.
“Sudah saatnya kita bicara tentang mari kita pilah sampah dari rumah. Bagaimana meningkatkan bank sampah dan bagaimana sampah itu terkelola. Bagaimana sampah jadi bahan baku daur ulang yang mandiri, tidak impor lagi. Mari kita gunakan sampah sebagai sesuatu yang meningkatkan nilai ekonomis sirkular dan ada nilai estitika untuk kreasi ekonomi kreatif Serta berperan aktif untuk mengurangi sampah,” ujar ibu Dra. Husnul Chotimah, M.Si Kepala Dinas Lingkungan Hidup pada sambutan membuka acara talkshow tersebut.
Tentu ini semua membutuhkan dukungan semua pihak, seperti yang sudah dilakukan juga Bank Sampah Banyuwangi yang belerjasama dengan emas mini ceria yang bisa menukarkan hasil pilah sampahnya untuk menabung emas.

Aksi pilah sampah dari rumah ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemilahan sampah secara luas.
Pilah sampah dari rumah adalah bagian penting dalam mata rantai ekonomi sirkular untuk meningkatkan tingkat pengumpulan, dan kualitas hasil pengumpulan. Peran serta masyarakat dalam pilah sampah akan mendapatkan benefit ekonomi langsung, dengan menjual hasil pilah sampahya ke bank sampah, atau ke titik pengumpulan.
Untuk itu melalui kegiatan aksi bersih-bersih ini diharapkan masyarakat Indonesia makin sadar akan pentingnya memilah sampah dari rumah. Dengan memilah sampah dengan tepat antara sampah organik, sampah plastik, dan sampah kemasan lain akan memudahkan pihak pengepul, pengelola bank sampah maupun pendaur ulang dalam mengelolahnya/ memanfatkannya, serta nilai sampah kemasan plastik jika tidak terkontaminasi dengan sampah organik maka akan bernilai lebih tinggi.
Kejutan acara virtual lewat channel Ha Pe Aja ini didatangi Camat Kota M.Lutfi,M.Si dan sambungan VC Bupati Ipuk Fiestiandanj yang hubungi Ketua panitia dr. Bintari Wuryaningsih.
(Q’Nin)


Komentar