Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo) bersama SNKI ( Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia ) telah menyelenggarakan seminar online dengan tema yang diangkat Literasi Digital: “Pemanfaatan Media Digital di Masa Pandemi Sebagai Ajang Promosi Seni Budaya Indonesia ” Jumat (15/10/2021) melalui platform zoom meeting. Seminar ini menghadirkan pembicara yang mumpuni pada bidangnya, yaitu Semuel Abrijani Pengerapan, B.Sc (Dirjen APTIKA Kominfo RI) dan Basuki Teguh Yuwono (seniman/akademis), serta mengundang Dr. Fadli Zon, M.Sc menjabat Ketua SNKI (juga Anggota Komisi I DPR RI).
Menurut Semuel Abrijani Pengerapan, “Seminar ini merupakan dukungan Kominfo terhadap Program Literasi Digital yang melibatkan berbagai elemen masyarakat yang memiliki beberapa tujuan di antaranya adalah untuk mendorong masyarakat agar mengoptimalkan pemanfaatan internet sebagai sarana edukasi dan memberdayakan masyarakat agar dapat memilah dan memilih informasi yang dibutuhkan dan bermanfaat, juga untuk memberikan informasi yang lengkap kepada masyarakat terkait pembangunan Infrastruktur TIK yang dilakukan oleh Pemerintah khususnya SNKI juga untuk mendorong dan memotivasi peran seniman dan pelaku perkerisan dimasa pandemi serta mewujudkan jaringan informasi serta media komunikasi dua arah antara masyarakat dengan masyarakat maupun dengan pihak lainnya. Karena dalam upaya transformasi digital, pemerintah tidak dapat bergerak sendiri sehingga peran masyarakat sangat dibutuhkan. Sehingga Kominfo dan Siber Kreasi serta stakeholder lainnya terus berupaya mengadakan kegiatan guna mencapai tingkat literasi yang optimal, ” jelas Semuel
Dalam paparannya, Basuki Teguh Yuwono menyinggung soal ruang informasi global mendudukan seni budaya lokal mendunia. “Disisi lain dampaknya adalah seni dan budaya sebagai objek masyarakat Internasional, selain sebagai objek karena mudah diakses oleh masyarakat Internasioanal, lalu ruang kepemilikan dan aktivitas yang bersifat terbuka dan tanpa batas, dan terakhir dalam seni dan budaya kita mampu bersaing di ranah Internasionl,” terangnya.
Lebih lanjut Basuki menyatakan , sasaran promosi Budaya Keris dengan dalam maupun luar negeri dengan cara Keris sudah ditetapkan UNESCO sebagai warisan budaya tahun 2005.
“Ruang keberterimaan budaya yang telah meluas ke seluruh penjuru dunia. Lalu dengan klasifikasi produk keris disesuaikan sasarannya atau kesesuaian jenis produk. Ada kelas masyarakat yaitu sebagai sasaran promosi disesuaikan dengan jenis produk kerisnya,” pungkas Basuki.
Selanjutnya adalah paparan materi Dr. Fadli Zon, M.Sc (Ketua SNKI dan Anggota Komisi I DPR RI), mengatakan “Di era teknologi 4.0 kesempatanya sangat terbuka luas kepada kita semua untuk memanfaatkan digital sebagai peluang, bagi pemajuan kebudayaan , karya-karya Mpu kita harus memanfaatkan era digital ini, dimana merupakan era social media tentu tidak boleh kita sia-siakan dan kita harus menggunakan peluang peluang yang muncul dengan maksimal,” jelasnya.
Lebih lanjut Fadli Zon menyampaikan, pameran seni dan budaya di era Covid ini banyak dengan menggunakan secara virtual seperti seni lukis, patung sampai keris yang di pamerkan. “Nah, bagaimana cara kita memperkenalkan hasil karya Indonesia dengan cara digitalisasi untuk peminat dari artefak Indonesia. Juga tarian Indonesia, banyak yang minat terhadap itu semua bisa dengan Platform Youtube untuk diperkenalkan kepada dunia,” ujarnya.
“Hal yang paling menarik adalah di era digital ini tidak lagi melihat dimana tempat para pelaku seni budaya berada, yang terpenting internetnya memadai, dimana kualitas konten dan isinya memiliki kualifikasi standar yang bagus dan tentunya sesuai dengan ” katanya.
Anggota komisi 1 DPR RI ini juga menjelaskan. “Ada tiga posisi untuk kaum muda dalam digital marketing atau bisnis digital marketing, pertama tidak tergantung siapa dan dimana posisinya, kedua tidak tergantung usia, siapapun dia tua atau muda tetapi mempunyai inovasi dan kreatifitas dalam memanfaatkan era digital dan ketiga netrwork atau jejaring yang bisa memberi peluang untuk lebih menghasilkan secara lebih langsung dalam interaksinya atau proses bisnisnya, karena semakin langsung akan semakin efisien sehingga network sangat berpengaruh bagi bisnis di era digital ini, ” jelas Fadli Zon dalam seminar online ini.
Setelah ketiga narasumber selesai menyampaikan paparanya, moderator
Rachmanda Primayuda, S.H,M.H , membuka sesi tanya jawab untuk peserta yang diikuti 150 peserta. Para peserta sangat antusias dalam memberikan pertanyaan. Dengan adanya acara ini diharapkan masyarakat dapat melakukan literasi digital sebagai dukungan kepada pemerintah mewujudkan transformasi digital Indonesia.
*Salam Budaya* untuk semua Insan Perkerisan di Tanah Air…RAHAYU 🇮🇩🇮🇩🙏🏻. (Ilham Triadi)


Komentar