Dengan semangat Sumpah Pemuda menggelorakan iktiar untuk mengurangi beban pemerintah dalam penanganan sampah yang sampai saat ini masih jadi momok dan bahkan persoalan yang belum bisa teratasi, maka dengan adanya BOSS (Banyuwangi Olah Sampah Setempat) merupakan gagasan BKPRMI Banyuwangi yang di ketuai oleh Achmad Sururudin, SE,M.Si bekerjasama dengan Tim tehnis ahli Banyuwangi Olah Sampah Setempat (BOSS) untuk mengurai keresahan masyarakat tentang sampah yang belum bisa teratasi.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuwangi dalam sambutan atas nama Bupati pada acara Pelatihan Pengolahan Sampah Menjadi Bioenergi Multiguna, Dra. Khusnul khotimah, M.Si yang bersinergi dengan HM. Basir dari Komisi IV DPRD Banyuwangi menegaskan bahwa pengolahan sampah harus benar-benar di kelola dengan baik, memilih memilah dan mengolah sampah harus dimulai dari keluarga sebagai unsur masyarakat terkecil. Banyuwangi yang menobatkan diri sebagai pariwisata berbasis ecotourism terus mendorong daerahnya siap menjadi wisata edukasi ramah lingkungan yang salah satunya adalah program Banyuwangi Olah Sampah Setempat (BOSS).

“Harapannya desa difasilitasi canat turut mewujudkan progran BOSS ini dan bisa disinergikan dengan masterplan solusi persampahan yang juga jadi perhatian beberapa negara eropa, “ungkapnya.
Hal tersebut diwujudkan mengedukasi masyarakat dalam pelatihan hari ini yang di selenggarakan oleh Badab Komunikasi Pemuda Remaja Masjid (BKPRMI) lewat LPP Ekop dan koperasi ABS.
“Kita siap jadi mitra penggiat lingkungan maupun pemangku kepentingan untuk wujudkan Banyuwangi Sehat,Bersih dan Bermartabat. Kita juga berprinsip kebersihan sebagian iman, “tambah ketua panitia Ust. Syamsul Hadi, S.Pd.

“Tujuan kami dengan pelatihan hari ini adalah ikhtiar untuk menyelesaikan persoalan residu akhir yang tidak dapat di manfaatkan lagi, dengan mesin pencacah dan mesin pelet ini masalah sampah khususnya di Banyuwangi sudah ada solusinya. Pelet ini bisa menjadi briket bahan baku mesin uap menjadi tenaga listrik, ” penjelasan dari Ida Bagus Gede Ari Widayana, SE selaku penggiat TOSS Pusat.
Untuk itu BKPRMI kerjasama dengan pemerintan dan koordinator Bank Sampah menjadi bagian untuk penyelesaiannya.
Harapan dan Manfaat pelatihan :
Untuk memperkenalkan Kepada masyarakat bahwa ada alat terbarukan untuk mengolah sampah menjadi pelet yang bisa digunakan untuk bahan bakar kompor, tenaga listrik, penggerak diesel dan pengganti batu bara.
“Banyak ide dan program persampahan di Banyuwangi,dan BOSS jadi alternatif solusi yang harapannya bisa dipraktekkan di BSB untuk studi tiru bagi desa atau perumahan atau instansi yang mau olah sampah, ” tandas Kang Agus sebagai Penyuluh DLH.
Ditanggapi oleh Sekretaris Forum Banyuwangi Sehat, Anim Jauhiriyah, M.Si “Pertanyaan di benak soal penyelesaian sampah ya terjawab hari ini dengan tehnologi tepat guna TOSS, maka di kampung saya dan kampus Blok Agung akan saya kaji untuk bisa kami beli dan selesaikan uruaan sampah, “tuturnya.
Dalam kesempatan pelatihan ini juga ada Podcast Gotong-royong’45 yang sinergi dengan Jaringan Radio Komunitas Broadcast Banyuwangi (JRKBB)yang mewancarai IBG Ari Widayana,SE dan Pengamat Kebijakan Publik dan Desa Dra. Emi Hidayati, M.Si. (Q’Nin&Aguk)


Komentar