Seni Barong yang merupakan seni Tradisional khas Masyarakat Suku Osing Banyuwangi, kini mulai sedikit lega Karena Pemerintah yang pada masa pandemi Corona melarang semua Pelaku Seni untuk menggelar pertunjukan karena dianggap dapat menimbulkan kerumunan massa. Kini Banyuwangi oleh Pemerintah pusat dinyatakan masuk level 1 dan berarti Pemerintah mulai membuka kembali kegiatan masyarakat walau masih diwajibkan mematuhi protokol kesehatan.
Sumber sungai Kalilo yang terletak di Lingkungan Kelembon Kelurahan Singonegaran Kecamatan / Kabupaten Banyuwangi-Jatim menjadi saksi atas terselenggaranya kegiatan ritual selamatan kembalinya Group Seni Barong dan yang kemudian berganti nama dari nama lama Singo Budoyo menjadi nama baru : “Arume Kembang Wargo Budoyo” (Minggu Paing 7/11/2021).

Budi Supriyanto selaku pemilik group Seni Barong Arume Kembang Wargo Budoyo mengatakan “Group Kesenian Barong ini berdiri sejak tahun1988, dan group Seni ini sudah melakukan pementasan tidak hanya dikota Banyuwangi tetapi sudah pernah tampil di Surabaya pada saat peresmian Sea Games, Semarang, Bandung, Jogjakarta, Jakarta dan pernah tampildi Pulau Bali dan Kalimantan. Tujuan digelar ritual selamatan kembalinya Barong pada malam ini adalah sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena dengan kuasanya Barong beserta seperangkat alat Gamelannya bisa kembali lagi di lingkungan Kelembon Kelurahan Singonegaran setelah pindah ke berbagai tempat di antaranya pernah pindah di dusun Kelembon Desa/Kecamatan Glagah Banyuwangi. Berpindahnya Barong lengkap dengan Gamelannya disebabkan karena pada waktu itu saya memberikan kesempatan kepada group group Barong lain yang mulai banyak berdiri di Banyuwangi untuk bisa tampil, ” ujarnya.
Masih Budi Supriyanto kurun Waktu beberapa bulan yang lalu, tiba tiba ke empat anak angkat saya kesurupan dan meminta agar Barong Singo Budoyo yang lahir di Lingkungan Kelembon Kelurahan Singonegaran dikembalikan ke tempat asalnya.
“Saat itu saya sangat pesimis, tetapi Karena ada permintaan dari mbah buyut lewat anak angkat saya yang kesurupan, maka dengan niat untuk meng uri-uri adat budaya, lalu saya minta kembali dan sekarang Sudan berada di tempat asalnya. Selanjutnya kita bentuk kepengurusan baru dengan harapan pengurus baru bisa lebih baik dibanding pada kepengurusan Sebelumnya, ” celotehnya.

Sebelum dilakukan ritual selamatan kembalinya Barong dan makan Jenang abang dengan menggunkan suruh (alat untuk pengganti sendok) dari daun pisang, Sanusi Marhaedi selaku budayawan dan sekaligus sebagai pendiri Komunitas Osing Pelestari Adat Tradisi (KOPAT) Banyuwangi menyampaikan dalam sambutannya : “Barong ini saya katakan Barong yang baik, karena walau telah melanglang buana dengan berganti pengurus ke orang lain, Barong dan perangkat Gamelannya akhirnya bisa kembali lagi disini, “ujar Sanusi.
“Kemungkinan Penjangkungnya wilayah sini marah dan tidak terima kalau Barong yang dilahirkan di wilayah Kelembon sini berpindah tempat dengan pengurus orang yang bukan dari keturunannya, sebagai bukti akhirnya Barong dan perangkat gamelannya kembali lagi ke wilayah Kelembon kelurahan Singonegaran dalam keadaan utuh dan tetap baik, ” lanjutnya.
Setelah mengadakan ritual dan doa khusus, kemudian dilanjutkan dengan Pementasan perdana dengan membawakan beberapa atraksi dan tari yang disaksikan oleh warga Lingkungan dan tamu undangan dari “KOPAT”.
Dalam doanya, Sanusi memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa supaya memberikan kesehatan, keselamatan, kelanggengan, kerukunan dan keharmonisan semua anggota Group Kesenian Barong Arume Kembang Wargo Budoyo, kemudian dilanjutkan dengan ritual penyiraman air kembang kepada empat orang pengurus inti sebagai penerus dan dilanjutkan makan jenang abang (bubur merah) bersama dengan seluruh pengurus baru Group Barong Arume Kembang Wargo Budoyo beserta masyarakat lingkungan dan tamu undangan.
Setelah usai pertunjukan perdana, Budi Supriyanto berharap kepada seluruh pengurus baru “untuk saling kerjasama, saling memaafkan apabila ada perselisihan dan yang terpenting adalah hormati kedua orang tuamu supaya group Barong Arume Kembang Wargo Budoyo berkah.
Sepanjang perjalanan group Barong ini, dahulu selalu mendapat tanggapan positif dari warga masyarakat. Saat dikonfirmasi JurnalNews.com, Budi Supriyanto menyampaikan tujuan diadakan acara selametan ritual kembali nya Barong ini adalah untuk menjaga kerukunan antar anggota group Tradisional asli Banyuwangi. Kerukunan dan kekompakan warga sangat terlihat jelas. Ini terbukti dengan adanya antusias penonton yang sangat tinggi. Mulai anak-anak sampai orang tua turut menyaksikan Pentas perdana Seni Barong Arume Kembang Wargo Budoyo dengan tertib walau lokasi pertunjukannya terlihat sempit diatas sumber sungai Kalilo. (Hariyanto)


Komentar