oleh

Workshop Identifikasi dan Digitalisasi Manuskrip Kuno Ujung Timur Jawa

Telah dilaksanakan Workshop Identifikasi dan Digitalisasi Manuskrip Kuno Ujung Timur Jawa di Kampus B Universitas PGRI Banyuwangi (UNIBA) oleh Tim EAP 1334 dengan Host Institution Universitas PGRI Banyuwangi dan Achival Partners Perpustakaan UNIBA, Perpustakaan Universitas Islam Negeri (UIN) KH. Achmad Siddiq (KHAS) Jember, serta Perpustakaan Daerah Kabupaten Banyuwangi (17/11/21).

Workshop yang dibuka oleh Dr. H. Sadi, M.M. selaku Rektor UNIBA ini mendatangkan Filolog Dr. Tedi Permadi, M.Hum. dari Universitas Pendidikan Indonesia-Bandung sebagai narasumber. Sementara itu, bertindak sebagai moderator adalah Wiwin Indiarti, S.S., M.Hum., dosen peneliti dari Fakultas Bahasa dan Seni UNIBA yang sekaligus merupakan Project Lead dari Tim EAP 1334.

IMG-20211118-WA0092

Hadir dalam workshop ini Tim EAP -1334, para mahasiswa dari UNIBA dan UIN KHAS Jember , Dosen dan Mahasiswa dari UNIBA, mahasiswa Jurusan PGSD Universitas Terbuka, mahasiswa Prodi Sastra Jawa Kuno UNUD, guru-guru SMKN 1 Banyuwangi, Ketua adat Osing Jopuro Banyuwangi, Pegiat Pesinauan-Sekolah adat Osing, PD BPAN Osing, serta beberapa pemilik naskah kuno di Banyuwangi dan Lumajang.

Rektor UNIBA menyatakan apresiasi setinggi-tingginya terhadap The Endangered Archives Programme yang digagas oleh The British Library dan disponsori oleh Arcadia dalam upaya penyelamatan naskah kuno dunia. Dr. H. Sadi, M.M. mengaku bangga UNIBA terpilih menjadi Host Institution EAP 1334 yang artinya UNIBA termasuk institusi yang berkontribusi langsung pada preservasi dan konservasi naskah kuno. Dengan posisinya sebagai Host Institution, maka nama UNIBA juga muncul dalam laman yang dibuat khusus untuk EAP 1334.

IMG-20211118-WA0091

Wiwin Indiarti di awal workshop berbagi informasi tentang proses pengajuan proposal ke The British Library 2 tahun berselang yang akibat pandemi pelaksanaannya ditunda selama 1 tahun, tentang wilayah cakupan kerja program, dan tentang komposisi Tim EAP 1334 yang terdiri dari dirinya sendiri, Fiqru Mafar, M.IP., Ahmad Hanafi, M.Hum., Dr. Eko Suwargono, M.Hum., Mawardi Purbo Sanjaya, M.A., Muhammad Ardy Zaini, M.Pd.I., Ahmad Badrus Sholihin, M.A., Muhammad Ardiansyah, M, Ag., Jergian Jody, S.Hum., Ayung Notonegoro,dan Welly Abdur Ridho.

Tak lupa Wiwin memohon doa dari para hadirin agar pelaksanaan program EAP 1334 yang berlangsung 1 tahun (Agustus 2021 hingga Agustus 2022) ini diberikan kelancaran dan kesuksesan.
Dalam workshop yang berlangsung kurang lebih 3,5 jam tersebut, para peserta mendapatkan pengetahuan baru tentang Identifikasi naskah kuno (manuskrip), pembuatan metadata, metode digitalisasi naskah, dan teknik dasar fotografi serta diajak mengikuti demo digitalisasi naskah kuno yang dimulai dengan cara menset kamera dan perlengkapan digitalisasi lainnya sedari awal agar peserta benar-benar mendapatkan gambaran tentang tingkat kesulitan para pelaksana digitalisasi.

Pemateri workshop yang akrab dipanggil Kang Tedi menyampaikan tanpa kecintaan yang besar terhadap budaya dan kesadaran tinggi tentang pentingnya mempertahankan identitas bangsa melalui preservasi naskah kuno tidak mungkin orang mau dan tahan mengerjakan program digitalisasi naskah kuno. (misk)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *